KOTA BANDUNG, 20 APRIL 2026 (ANTARA) – Pemerintah Kota Bandung telah mengusulkan agar kawasan Jalan Asia-Afrika untuk ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan usulan tersebut telah diajukan kepada pemerintah pusat sejak Agustus 2025 dan kini tengah dalam proses kajian. “Kami mengajukan agar memulai proses untuk mendaftarkan kawasan Jalan Asia Afrika dari Simpang Lima sampai ruas Otista itu sebagai kawasan warisan dunia dari UNESCO,” kata Farhan di Bandung, Jawa Barat, Senin.
Farhan menjelaskan, kawasan yang diusulkan tidak hanya mencakup ruas jalan, tetapi juga sejumlah bangunan bersejarah yang memiliki nilai penting dalam sejarah modern, termasuk Gedung Dwi Warna. Menurut dia, Pemkot Bandung menargetkan dalam empat tahun ke depan kawasan tersebut dapat masuk sebagai kandidat resmi warisan dunia UNESCO.
“Prosesnya memang panjang, kami harus memastikan bahwa ada kajian dan analisis yang sangat tajam dan kuat secara akademis untuk menentukan wilayah Asia Afrika ini sebagai kawasan yang layak,” katanya. Sebagai bagian dari upaya tersebut, lanjut dia, Pemkot Bandung juga akan melakukan penataan kawasan, termasuk revitalisasi Simpang Lima serta perbaikan bangunan yang mengalami kerusakan akibat vandalisme.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan pemilik gedung agar dapat difungsikan secara optimal dan mendukung kawasan ini sebagai destinasi bersejarah,” katanya. Farhan menekankan, keberlanjutan aktivitas di kawasan tersebut juga menjadi perhatian, salah satunya melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan untuk menjaga daya tarik dan nilai historis kawasan Jalan Asia-Afrika.
Oleh Rubby Jovan Primananda
Editor : Triono Subagyo





