JAMBI, 20 APRIL 2026 – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menegaskan bahwa kompetisi teknisi perangkat digital kini bukan lagi sekadar ajang adu bakat, melainkan instrumen strategis untuk memperluas kesempatan kerja di Indonesia.
Ini disampaikannya saat meninjau Kompetisi Asosiasi Teknisi Perangkat Jaringan (ATPJ) CPU iPhone 2026 di Jambi, Minggu (19/4/2026) kemarin.Dia menilai penguatan ekonomi berbasis keterampilan (skill-based economy) menjadi kunci dalam menghadapi tantangan digitalisasi.
Menurutnya, banyak teknisi perangkat digital saat ini yang mampu bekerja secara mandiri maupun terserap di berbagai sektor industri. “Banyak teknisi yang kini bekerja secara mandiri maupun di berbagai sektor industri digital, sehingga turut membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi berbasis keterampilan,” ujar Afriansyah.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi peran ATPJ sebagai mitra pemerintah. Komunitas ini dianggap mampu menjangkau talenta teknisi yang selama ini belum tersentuh oleh sistem pelatihan formal. Keberadaan kompetisi semacam ini dinilai sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri berbasis teknologi dan menciptakan SDM unggul.
“Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari upaya bersama untuk menjawab tantangan strategis bangsa. Fokus pembangunan saat ini adalah memperkuat SDM dan menciptakan lapangan kerja berkualitas,” tambahnya.
Dalam kunjungannya, Wamenaker juga menekankan pentingnya standarisasi keterampilan melalui praktik langsung dan penguatan profesionalisme. Ia mendorong agar kegiatan serupa diintegrasikan dengan sistem pelatihan nasional serta sertifikasi kompetensi. Hal ini bertujuan agar kemampuan teknisi lokal mendapatkan pengakuan, baik di tingkat nasional maupun internasional. (vero)





