BEI Dorong Perusahaan Sektor Ekonomi Kreatif Gelar IPO di Pasar Modal

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik diwawancarai cegat di Gedung BEI Jakarta, Senin (25/5/2026). (ANTARA/ Muhammad Heriyanto)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 25 MEI 2026 (ANTARA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan-perusahaan di sektor ekonomi kreatif untuk menggelar Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia.

 

Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan telah melakukan diskusi dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, untuk memahami struktur bisnis perusahaan di sektor ekonomi kreatif.

 

“Tadi saya sudah berdiskusi dengan Pak Menteri Ekraf, bagaimana supaya kita bisa menjalin kerja sama, bertukar informasi, supaya kami di Bursa bisa melihat prospek, memahami struktur bisnis di industri kreatif. Teman-teman di industri kreatif juga bisa mulai mempersiapkan diri, memahami bagaimana regulasi untuk bisa menjadi perusahaan tercatat,” ujar Jeffrey diwawancarai cegat di Gedung BEI Jakarta, Senin.

 

Jeffrey memastikan BEI akan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional, yang tentunya pertumbuhannya akan memberikan dampak positif bagi pasar modal Indonesia.

Baca juga  Telkomsel 5G Segera Hadir di Manado Usai Pembuktian 4G dengan Jangkauan Terluas di Laut Talise

 

“Dengan bertumbuhnya ekonomi kreatif bagian dari perusahaan tercatat di Indonesia, tentu akan membuat portofolio industri di pasar modal kita akan lebih beragam. Sesuai dengan teori diversifikasi, tentu itu akan baik buat Bursa kita, sehingga ada tambahan sektor atau industri yang pertumbuhannya juga baik,” ujar Jeffrey.

 

Ia memastikan bahwa BEI akan menyambut baik perusahaan-perusahaan sektor industri kreatif yang berencana masuk ke pasar modal Indonesia dan memastikan akan memprosesnya secara baik. “Tentu semua dokumen (IPO) yang masuk akan kita proses ya. Seperti yang saya sampaikan tadi, apabila ada dari industri kreatif, itu tentu akan baik, bagi diversifikasi portofolio sektor industri yang ada,” ujar Jeffrey.

 

Dalam kesempatan ini, BEI memfasilitasi PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) dalam melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan lebih dari 150 artis dan kreator konten nasional. Melalui Folago AI Digital Twin, IRSX berinisiatif membuka akses pelaku UMKM ke ekosistem periklanan berbasis public figure dengan proses yang terstandardisasi, tanpa negosiasi konvensional yang panjang, serta dengan struktur biaya yang terjangkau sesuai skala bisnis mereka.

Baca juga  Sinta Nuriyah Ingatkan Bahaya TPPO yang Memainkan Psikologi Korban

 

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan terdapat satu perusahaan sektor hiburan (entertainment) berada dalam antrean akan melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia. Calon emiten tersebut bergerak di industri entertainment dan memiliki lini bisnis kebun binatang, dengan potensi penghimpunan dana dalam jumlah yang besar.

 

Adapun, spekulasi yang beredar di kalangan pelaku pasar, salah satu nama yang ramai dikaitkan dengan rencana IPO sektor hiburan tersebut adalah RANS Entertainment milik artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.

 

Perusahaan tersebut saat ini sedang mengembangkan bisnis kebun binatang di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dan sempat memaparkan rencana untuk menggelar IPO di pasar modal Indonesia.

 

 

Pewarta : Muhammad Heriyanto

Editor : Agus Salim

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *