Direktur Alelo Nyatakan Polimdo Perang pada Rokok Elektrik

Direktur Dra Mareyke Alelo MBA dengan para pimpinan Polimdo lainnya serta para mahasiswa yang sepakat nyatakan peran pada Vape.

MANADO, 25 MEI 2026 — Sanksi tegas, degan meniadakan beasiswa, pencabutan Kartu Indonesia Pintar dan sanksi lainnya, resmi diberlakukan oleh Kampus Hijau sekaligus Perguruan Tinggi Vokasi terbaik di Indonesia, Politeknik Negeri Manado (Polimdo).

 

Bacaan Lainnya

Tidak hanya itu saja, larangan ini juga berlaku pada para dosen, staf dan seluruh staf yang bekerja dalam lingkungan Polimdo. Dalam penegasannnya, Direktur Polimdo Dra Mareyke Alelo MBA menyebut, langkah ini diambil untuk menjaga dan melindugi para mahasiswa dari akhir yang akan menghancurkan mimpi mereka membangun negeri ini. “Politeknik Negeri Manado mengambil langkah ini untuk memutus tren penggunaan rokok elektrik di area kampus. Rokok elektri atau yang sering disebut Vape ternyata memiliki pengaruh yang tidak baik bagi tubuh, dan ini akan mendorong kita untuk menjadi pribadi yang tidak baik,” kata Alelo dalam Sosialisasi Larangan Vape yang digelar oleh Bidang Kemahasiswaan di Auditorium Prof. Rudy Tenda Polimdo, siang tadi.

Baca juga  Puteri Indonesia 2026 Agnes Rahajeng ingin Menginspirasi Lewat Kreasi

 

Vape telah diteliti oleh lembaga berwenang seperti BNN, dan menemukan zat yang berbahaya, bagi tubuh terutama otak. Inilah yang menjadi latar aturan tegas di lingkungan Polimdo, ungkap Alelo.

 

Dia juga menerangkan kebijakan ketat ini diambil untuk meluruskan salah kaprah di kalangan generasi muda yang kerap menganggap vape sebagai gaya hidup modern yang lebih aman dibanding rokok konvensional. Padahal, selain risiko kesehatan, piranti rokok elektrik juga memicu masalah lingkungan baru lewat limbah elektroniknya (e-waste).

 

Sebagai institusi pendidikan tinggi, Polimdo bertanggung jawab membentuk generasi muda yang sehat dan berkarakter. Kebijakan larangan vape ini adalah langkah nyata menjaga lingkungan kampus tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh civitas akademika,” ujar Maryke.

Baca juga  ODP Sulut Berkurang 694 Orang

 

Guna memperkuat gerakan ini, Polimdo menggaungkan kampanye digital melalui tagar #SaveTunasBangsa, #StopVaping, dan #StopBullying. Gerakan terpadu ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa menerapkan pola hidup sehat sekaligus menjadi teladan positif di tengah masyarakat.

 

Dalam sosialisasi  ini dihadiri juga oleh Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Rudolf Estephanus Golioth Mait, ST, MT, serta Kabag Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Frits Lalonsang, ST.T. Lewat agenda ini, seluruh mahasiswa kini dibekali pemahaman regulasi kampus dan bersiap menyukseskan komitmen Kampus Sehat Bebas Vape. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *