JAKARTA, 20 APRIL 2026 (ANTARA) – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut emansipasi Raden Ajeng (RA) Kartini telah memberikan inspirasi bagi perempuan bangsa untuk berkarya di berbagai bidang kehidupan.
“Sekarang kita lihat hasilnya semakin nyata. Banyak tokoh-tokoh perempuan yang berkiprah di berbagai bidang, jadi yang harus kita rayakan itu adalah nilai-nilai dan semangat (dari RA Kartini),” kata Fadli Zon usai menghadiri acara Penghargaan Kompetisi Skenario SINEMA 2026 di Jakarta, Senin.
Fadli menyampaikan Kartini merupakan sosok yang melakukan emansipasi dan memperjuangkannya melalui cara-cara yang baik. Ketekunannya mendorong perempuan untuk berani mengambil langkah dan memberikan hasil nyata bagi bangsa.
Salah satu contoh keberhasilan Kartini yang terbukti menginspirasi perempuan Indonesia adalah lahirnya Kongres Perempuan pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Sementara di masa kini, semakin banyak tokoh perempuan yang berani mengekspresikan diri melalui karya-karya hebat, terutama dalam aspek budaya.
Ekspresi-ekspresi perempuan, katanya, dituangkan melalui pameran yang kemudian ditampilkan di museum-museum besar seperti Museum Nasional Indonesia. Dia menyampaikan terkait dalam perayaan Hari Kartini, Kementerian Kebudayaan juga ikut mengambil peran untuk mengenang perjuangan Kartini sebagai pahlawan, seperti melalui diselenggarakannya kompetisi menulis surat untuk pahlawan yang diikuti oleh siswa dari SMP, SMA sampai mahasiswa.
“Dari acara itu saja kami berhasil mendapatkan 34 ribu surat untuk pahlawan dari siswa SMP, SMA dan mahasiswa. Dari total 34 ribu itu, 7 ribu lebih ditujukan untuk RA Kartini, jadi itu menarik ya,” ujarnya. Meski tidak merinci secara spesifik detail acara, Fadli menyampaikan surat-surat yang ditulis oleh generasi muda tersebut bakal dipamerkan segera di Museum Kartini.
Sebelumnya dalam kunjungan untuk meresmikan Museum Kartini yang terletak di Pendopo Kabupaten Jepara pada Sabtu (15/11), Fadli Zon juga sudah menyatakan akan mendorong museum sebagai pusat edukasi, destinasi wisata sejarah, dan ruang budaya yang menghidupkan semangat Kartini.
Sejumlah dukungan dari pemerintah terhadap pengembangan museum yang ia sebutkan termasuk untuk sentuhan digital dan imersif, serta fasilitasi kegiatan budaya dan edukasi. Menurut dia, penambahan elemen digital seperti imersif atau cuplikan dokumenter akan semakin memperkaya pengalaman pengunjung dan menghadirkan cara belajar yang lebih interaktif.
Ia berharap museum ini juga bisa menjadi destinasi wisata, edukasi untuk anak-anak, sekaligus mesin ekonomi budaya melalui merchandise dan kreativitas lokal. Museum juga diharapkan dapat menjadi ruang inspirasi bagi generasi muda untuk mengenal dan meneladani semangat emansipasi serta nilai-nilai perjuangan RA Kartini.
Oleh Hreeloita Dharma Shanti
Editor : Maria Rosari Dwi Putri





