IDAI Sebut Imunisasi Rutin Bisa Cegah KLB Penyakit Menular

Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso (dua dari kiri) saat memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (3/5/2026). ANTARA/Fathnur Rohman.

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

 

CIREBON, 3 MEI 2026 (ANTARA) – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut imunisasi rutin menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular yang masih terjadi di Indonesia, termasuk di Cirebon, Jawa Barat.

 

Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso di Cirebon, Minggu, mengatakan berbagai kasus yang muncul sejatinya dapat dicegah apabila cakupan imunisasi di masyarakat tinggi dan merata.

 

Menurut dia, puncak peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2026 yang dipusatkan di Universitas Gunung Jati, Cirebon, menjadi momentum untuk meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi. “Kita masih melihat bagaimana Indonesia masih disibukkan dengan berbagai KLB atau wabah penyakit menular yang sebetulnya bisa dicegah dengan imunisasi,” kata Piprim.

Baca juga  LPSK Lindungi Keluarga Korban-saksi Kasus Pembunuhan Jurnalis Kalsel

 

Ia menuturkan, sejarah menunjukkan bahwa cakupan imunisasi yang tinggi mampu mengendalikan penyebaran penyakit, terutama yang memiliki tingkat penularan tinggi. Selain itu, Piprim menegaskan bahwa pencegahan melalui imunisasi jauh lebih efisien dibandingkan dengan penanganan wabah yang sudah terjadi.

 

Ia mengatakan, program respons wabah seperti Outbreak Response Immunization (ORI) membutuhkan biaya dan sumber daya yang lebih besar dibandingkan imunisasi rutin. “Kalau terjadi KLB itu biayanya jauh lebih mahal daripada apabila kita melakukan imunisasi rutin,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Imunisasi IDAI Hartono Gunardi menyampaikan bahwa cakupan imunisasi sempat menurun akibat pandemi COVID-19. Meski tak disebutkan angka spesifiknya, ia menyampaikan pandemi berdampak pada layanan imunisasi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara di dunia.

 

Ia menjelaskan, selain gangguan layanan, keraguan terhadap vaksin di masyarakat turut menjadi tantangan dalam meningkatkan kembali cakupan imunisasi. Hartono mencontohkan, negara di Eropa yang sebelumnya bebas campak kembali mengalami KLB akibat menurunnya kepercayaan terhadap vaksin.

Baca juga  306 Atlet Indonesia Jalani Pelatnas menuju ASEAN Para Games Thailand

 

IDAI mengimbau orang tua untuk memeriksa kelengkapan imunisasi anak melalui buku KIA dan segera melengkapinya, guna melindungi anak serta mencegah penularan penyakit di lingkungan sekitar. “Dengan melengkapi imunisasi anak, bukan hanya melindungi anak, tetapi juga melindungi anggota keluarga lain,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon mencatat kejadian luar biasa (KLB) campak telah ditetapkan sejak 20 Februari 2026, menyusul meningkatnya temuan kasus di wilayah tersebut. Berdasarkan data hingga minggu ke-13 atau per 4 April 2026, jumlah suspek campak mencapai 150 kasus dengan sembilan di antaranya terkonfirmasi positif laboratorium.

 

Oleh Fathnur Rohman

Editor : Triono Subagyo

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *