Andien: Pentingnya Peran Orang tua Bimbing Penggunaan Gadget Anak

JAKARTA, 21 MEI 2024 (ANTARA) – Orang tua memegang peranan penting untuk membimbing anak dalam penggunaan gadget, terlebih risiko paparan konten digital yang belum pantas dilihat anak usia dini semakin meningkat. "Orang tua wajib memperkenalkan, mendampingi, membimbing, mengawasi, dan memperhatikan kebutuhan anak, serta bagaimana kita selalu berusaha berkomunikasi apapun yang terjadi di dunia digital, apapun yang dialami, ditonton, dan diakses oleh anak," kata penyanyi Andien Aisyah dalam keterangan, di Jakarta, Senin. Mengingat risiko paparan konten digital yang belum pantas dilihat anak usia dini semakin meningkat, menurut Andien, hal ini menuntut peran aktif orang tua dalam membimbing pemanfaatan dan penggunaan gadget yang bijak bagi anak. Usaha lain yang mampu dilakukan oleh orang tua adalah menunda akses gadget bagi anak dengan dua cara, yaitu orang tua hadir secara fisik, karena kalau menunda harus ada pengganti dan komunikasi serta hal yang membuat anak-anak senantiasa sibuk dan terhibur. "Yang kedua adalah adanya usaha perubahan atau mengurangi akses media digital/elektronik dengan memindahkan perangkat elektronik ke ruang yang lebih publik, sehingga anak-anak akan lebih mudah diawasi," kata Andien. Andien menuturkan strategi yang paling penting adalah komunikasi dengan anak. "Kita harus melihat dari segi sisi anaknya yang ideal itu bagaimana. Jadi selalu komunikasikan anak dengan baik, apa yang boleh dan tidak boleh. Jadi tidak langsung melarang tetapi memberitahu agar anak bisa paham apa yang baik untuk anak tersebut," katanya. Sementara Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah (RSPI) William Jayadi Iskandar menjelaskan risiko paparan gadget pada anak. "Risiko fisik, seperti paparan blue light yang mengganggu siklus tidur anak, paparan cahaya yang dapat mengakibatkan anak memakai kacamata, risiko postur yang terganggu karena paparan gadget yang lama dengan posisi badan yang membungkuk, rasa malas beraktivitas fisik yang dapat berisiko obesitas," jelas William. Kemudian ada juga risiko sosial seperti perasaan anti sosial karena merasa lebih nyaman pakai gadget dibanding bersosialisasi langsung serta risiko cyberbullying, yang dapat mengakibatkan depresi. "Namun kita tidak mungkin hidup tanpa gadget, sehingga orang tua wajib untuk mengenalkan bahwa dunia digital itu aman asalkan memang ada pengawasan dan pengaturan keamanan, mengatur berapa lama penggunaan dan posisi badan anak, serta juga menerapkan keseimbangan dengan aktivitas fisik," kata William. Dia mengatakan peran penting anggota keluarga yang lain juga dibutuhkan dalam mencapai kesepahaman pengasuhan anak. Menurut dia, dengan aturan yang jelas dan demokratis dapat membantu anak untuk mengerti secara jelas, sehingga tidak ada kebingungan dari sisi anak. Pewarta: Anita Permata Dewi Editor: Risbiani Fardaniah

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 21 MEI 2024 (ANTARA) – Orang tua memegang peranan penting untuk membimbing anak dalam penggunaan gadget, terlebih risiko paparan konten digital yang belum pantas dilihat anak usia dini semakin meningkat.

 

“Orang tua wajib memperkenalkan, mendampingi, membimbing, mengawasi, dan memperhatikan kebutuhan anak, serta bagaimana kita selalu berusaha berkomunikasi apapun yang terjadi di dunia digital, apapun yang dialami, ditonton, dan diakses oleh anak,” kata penyanyi Andien Aisyah dalam keterangan, di Jakarta, Senin. Mengingat risiko paparan konten digital yang belum pantas dilihat anak usia dini semakin meningkat, menurut Andien, hal ini menuntut peran aktif orang tua dalam membimbing pemanfaatan dan penggunaan gadget yang bijak bagi anak. Usaha lain yang mampu dilakukan oleh orang tua adalah menunda akses gadget bagi anak dengan dua cara, yaitu orang tua hadir secara fisik, karena kalau menunda harus ada pengganti dan komunikasi serta hal yang membuat anak-anak senantiasa sibuk dan terhibur. “Yang kedua adalah adanya usaha perubahan atau mengurangi akses media digital/elektronik dengan memindahkan perangkat elektronik ke ruang yang lebih publik, sehingga anak-anak akan lebih mudah diawasi,” kata Andien.

Baca juga  Mantan Presiden AC Milan Silvio Berlusconi Meninggal Dunia

 

Andien menuturkan strategi yang paling penting adalah komunikasi dengan anak. “Kita harus melihat dari segi sisi anaknya yang ideal itu bagaimana. Jadi selalu komunikasikan anak dengan baik, apa yang boleh dan tidak boleh. Jadi tidak langsung melarang tetapi memberitahu agar anak bisa paham apa yang baik untuk anak tersebut,” katanya. Sementara Dokter Spesialis Anak RS Pondok Indah (RSPI) William Jayadi Iskandar menjelaskan risiko paparan gadget pada anak. “Risiko fisik, seperti paparan blue light yang mengganggu siklus tidur anak, paparan cahaya yang dapat mengakibatkan anak memakai kacamata, risiko postur yang terganggu karena paparan gadget yang lama dengan posisi badan yang membungkuk, rasa malas beraktivitas fisik yang dapat berisiko obesitas,” jelas William.

Baca juga  World Water Council jadikan Indonesia Ibu Kota Air Dunia

 

Kemudian ada juga risiko sosial seperti perasaan anti sosial karena merasa lebih nyaman pakai gadget dibanding bersosialisasi langsung serta risiko cyberbullying, yang dapat mengakibatkan depresi. “Namun kita tidak mungkin hidup tanpa gadget, sehingga orang tua wajib untuk mengenalkan bahwa dunia digital itu aman asalkan memang ada pengawasan dan pengaturan keamanan, mengatur berapa lama penggunaan dan posisi badan anak, serta juga menerapkan keseimbangan dengan aktivitas fisik,” kata William. Dia mengatakan peran penting anggota keluarga yang lain juga dibutuhkan dalam mencapai kesepahaman pengasuhan anak. Menurut dia, dengan aturan yang jelas dan demokratis dapat membantu anak untuk mengerti secara jelas, sehingga tidak ada kebingungan dari sisi anak.

Pewarta: Anita Permata Dewi

Editor: Risbiani Fardaniah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *