MANADO , 3 MARET 2026 – Berawal dari keinginan berselancar di dunia maya ke proyek proyek kenamaan dunia, membuat Yonathan Natanael Tampi menemukan kerentanan sistem melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) milik salah satu lembaga andalan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk urusan kedirgantaraan dan luar angkasa, National Aeronautics and Space Administration atau NASA.
Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Pogram Studi Teknik Informatika di Politeknik Negeri Manado (Polimdo), menemukan celah keamanan (vulnerability) pada sistem institusi tersebut, dan melaporkannya pada NASA. Dan sebagai bentuk apresiasi atas tindakan etis dari Yonathan, NASA mengeluarkan Surat Penghargaan atau Letter of Appreciation (Surat Penghargaan). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk terima kasih atas tindakan etis Yonathan yang
Yonathan, yang juga dikenal sebagai seorang Bug Hunter (pemburu celah keamanan), menjelaskan bahwa aksinya didasari oleh rasa penasaran dan keinginan untuk menguji kemampuan siber yang dipelajarinya di bangku kuliah.
Celah keamanan yang ditemukan Yonathan tergolong krusial, sehingga pihak NASA mencantumkan namanya dalam daftar kontributor keamanan siber yang telah membantu melindungi aset digital mereka dari ancaman peretasan ilegal. “Keberhasilan Yonathan dinilai membuktikan bahwa kualitas pendidikan vokasi di Manado mampu mencetak talenta-talenta yang diakui secara global di bidang teknologi masa depan,” ungkap Wakil Direktur Bidang Kerjasama Polimdo, Julieta Makinggung, SE., M.Si. (gracey)





