Di Unsrat Dubes Rob Ungkap Peran Menado Force dari Australia di Sejarah Kemerdekaan RI

Dubes Australia Rod Brazier, dan Konjen Australia di Makassar Tod Dias saat memberikan Kuliah Umum bertemakan Hubungan Australia – Indonesia dan Peluang Studi di Australia, di Rektorat Unsrat siang tadi.

MANADO, 23 OKTOBER 2025 – Sulawesi utara (Sulut), memiliki kedekatan yang unik dengan Australia, sejak jaman awal kemerdekaan, dan terus berlanjut hingga kini dengan berbagai kerja sama antarpemerintah di beberapa sektor.

 

Bacaan Lainnya

Ini diutarakan oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier dihadapan mahasiswa dan pimpinan jurusan yang ada di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, siang tadi di Kantor Rektorat Unsrat. Malah, pada jaman kemerdekaan 1945 lalu, Australia membantu Nyiur Melambai dengan menghadirkan pasukan militernya yang disebut Menado Force, untuk menekuk dan mengalahkan pasukan Jepang yang masih hadir di Sulut usai Kemerdekaan 17 Agustus 1945 lalu.

Baca juga  Hadirkan Prinsip BETAH Polda Sulut Resmi Buka Tahapan Penerimaan SIPSS

 

“Pada Oktober 1945, pasukan kami yang dinamakan Menado Force mendorong pasukan Jepang yang masih ada di beberapa kawasan Manado dan sekitarnya untuk angkat kaki,” ujar Dubes Rod dengan bahasa Indonesia yang fasih, pada ajang Kuliah Umum bertemakan Hubungan Australia – Indonesia dan Peluang Studi di Australia, saat didampingi Konjen Australia di Makassar, Tod Dias dan Wakil Rektor Unsrat Bidang Akademik Prof Ir Arthur G Pinaria MP PhD. Dubes Rod sebelumnya mengurai hubungan baik yang telah terjalan lama dengan Indonesia melalui hubungan diplomatic yang pada tahun 2024 lalu telah masuk pada 75 tahun.”Namun jauh sebelum jaman moderen, hubungan kerja sama ini telah dijalin melalui kerja sama perdagangan para pedagang Makassar yang melintasi laut ke Australia Utara untuk berdagang,” urai Rod.

Baca juga  Prediksi Pakar Hukum Unsrat Sebut Gibran akan jadi Rebutan usai Putusan MK

 

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier.

Hingga kini, ungkap Rod, Australia terus menjalin kemitraan dengan NKRI melalui kerja sama di bidang pertahanan, pendidikan, penelitian dan  lingkungan hidup. Dia kembali menyebut, dibidang pendidikan, hingga kini telah ada 24 ribu lebih pelajar dan mahasiswa Indonesia yang memiliki meneruskan pendidikan di Australia.

 

Konjen Tod juga menambahkan, pelajar dan mahasiswa di Indonesia timur yang didalamnya ada Sulut, bisa mendapatkan program pendidikan beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Australia yaitu Australia Awards Scholarships (AAS). “Informasi bisa ditemukan melalui web Kedutaan Besar Australia atau Konsulat Jenderal Australia di Indonesia. Bisa juga melalui media sosial yang kami miliki,” kata Tod, yang menjawab pertanyaan dari para mahasiswa yang hadir. (gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *