MANADO, 3 NOVEMBER 2025 – Cuaca buruk, membuat beberapa kawasan pertanian di Sulawesi utara (Sulut) mengalami gagal panen, dan kenaikan harga emas yang mencapai USD4.300 per toy emas menjadi dua hal dari lima komoditas yang mendorong inflasi.
Dalam data yang diungkap oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, pada Oktober 2025 lalu Nyiur melambai mengalami inflasi 0,12 persen, dan lebih tinggid dari September lalu yang hanya mencapai 0,07 persen. Dalam keterangan Kepala BPS Sulut Aidil Adha, kelima pendorong inflasi adalah tomat sebesar 0,27 persen, daun bawang sebesar 0,25 persen, emas perhiasan sebesar 0,17 persen, cabai merah sebesar 0,02 persen dan angkutan udara mencapai 0,01 persen.
“Beras menjadi penahan inflasi sebesar 0,16 persen. Fenomena ini terjadi karena harga beras mengalami penurunan pada bulan Oktober 2025 karena pasokan beras yang melimpah dari Sulawesi Tengah serta adanya intervensi pemerintah melalui penyaluran beras SPHP,” jelas Aidil dalam rilis BPS Sulut secara daring pada siang tadi. (graceywakary)





