MANADO, 6 NOVEMBER 2025 – Fenomena yang tak biasanya di area Teluk Manado, mulai menganggu aktivitas masyarakat Kota Manado dan para wisatawan yang mencintai aktivitas laut, dua hari belakangan ini.
Ini terhubung dengan munculnya reptil berukuran besar, buaya muara di beberapa titik Teluk Manado. Alhasil beberapa aktivitas sehat dan menyenangkan, yang biasanya dilakukan oleh masyarakat di kawasan perairan Kota Manado, langsung terhenti.
Kehadiran buaya muara ini, menurut Guru Besar Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof. Dr. Joshian Nicolas William Schaduw bukanlah hal yang alami. Profesor di bidang konservasi laut kemudian menjelaskan kawasan Teluk Manado adalah perairan laut terbuka yang didominasi ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan mangrove terbatas seperti di kawasan peraiaran yang ada di Molas, Tongkeina dan Wori bagian hilir.
“Buaya muara memang dapat hidup di air laut, tetapi habitat utamanya adalah muara sungai, estuary, rawa, sungai berair payau dan area mangrove dengan tutupan rapat. Sementara karakteristik Teluk Manado memiliki arus, gelombang dan aktivitas wisata tinggi, mangrove tidak luas dan tidak rapat. Teluk Manado bukan habitat utama buaya muara,” tegas Prof Nico sapaan akrabnya, pada MANADONES sore tadi.
Dia menduga, kehadiran buaya ini di Teluk Manado adalah keteledoran dan hal illegal dari oknum warga Manado. Ditegaskan guru besar dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat, kemunculan buaya ini bersifat insidental, dan bukan karena Teluk Manado menjadi wilayah populasi tetapnya. “Ini hanya prakiraan, bisa jadi buaya tersebut adalah buaya peliharaan atau buaya yang ditangkar secara ilegal yang lepas saat banjir, atau saat hujan lebat beberapa waktu lalu,” ungkap guru besar termuda di Indonesia ini.
Diapun meminta agara warag waspada saat berada di sekitar muara sungai, terutama pada lokasi seperti di Muara Sungai Tondano (Sario–Megamas–Bahuwesa). “Kemunculan buaya ini dapat terjadi, tetapi sporadis dan dugaan besar saat ini karena terbawa arus sungai. Semoga penjelasan ini dpt membantu edukasi ke masyarakat,” tambahnya. (gracey wakary)





