Alelo Dorong Polimdo di 2045 jadi World Class University

Papara Direktur Polimdo Dra Mareyke Alelo pada talk show kemarin.

MANADO, 10 DESEMBER – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) akan terus mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi terdepan secara nasional dan internasional.

 

Bacaan Lainnya

Hasil peringkat 1.386 dunia sebagai The World’s Most Sustainable University pada tahun 2024 lalu menjadi cambuk untuk terus berkembang berdampak dan berkualitas, hingga menjadi World Class University pada 2045 mendatang. Ini diuraikan oleh Direktur Polimdo Dra Mareyke Alelo MBA dalam Talk Show dalam rangka Dies Natalis ke 38 Polimdo, bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang berlangsung di Auditorium Prof. Ruddy Tenda, siang kemarin. “Prestasi dan capaian terus kita raih ini menjadi bukti keseriusan Polimdo dalam membangun konsep campus yang berkelanjutan,” ungkap Alelo.

Baca juga  Direktur Alelo Ingatkan Mahasiwa Polimdo Teladan RA Kartini

 

Tidak ketinggalan prestasi global dan dampak nyata yang diberikan kampus bagi masyarakat, juga disampaikan Alelo. Salah satu keberhasilan terbesar Polimdo adalah pembinaan Desa Budo hingga bertransformasi menjadi desa mandiri. Kesuksesan Desa Budo bahkan menarik perhatian dunia, sempat dikunjungi oleh perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan dicatat dalam publikasi internasional. “Tak hanya unggul dalam pengabdian masyarakat, Polimdo kini menjadi pusat pengembangan kompetensi vital di kawasan Indonesia Timur. Kampus ini telah menjadi lembaga tersertifikasi PADI untuk pelatihan selam, pusat sertifikasi bahasa Jepang, hingga pusat pelatihan pilot drone,” jelasnya lagi.

 

Dari sisi riset terapan, akademisi Polimdo ungkapnya telah melahirkan berbagai inovasi teknologi tepat guna yang langsung dimanfaatkan publik dan pemerintah. Beberapa di antaranya adalah mesin pengolahan gula semut, teknologi pengolahan cakalang fufu, serta pemanfaatan energi terbarukan untuk nelayan. Pemerintah Kota Manado bahkan kini menggunakan alat pendeteksi bencana hasil riset Polimdo. Inovasi berwawasan lingkungan juga diciptakan lewat alat pencacah plastik yang mampu mendaur ulang limbah menjadi produk bernilai ekonomi seperti meja, kursi, dan paving block.

Baca juga  Unsrat Dukung Penuh Mari jo Bakobong

 

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Ruddy Tenda, M.Sc., DEA., turut berbagi kilas balik saat pertama kali mendapat mandat membangun institusi ini. Ia menegaskan bahwa deretan prestasi yang diraih saat ini bukanlah hal instan. “Kemajuan Polimdo saat ini adalah buah dari perjalanan panjang, kerja keras, dan komitmen banyak pihak yang terus terjaga,” pungkas Prof. Ruddy yang menjadi pemimpi awal di Polimdo. (gracey)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *