MANADO, 2 JANUARI 2026 – Dugaan kasus kekerasan seksual (KS), yang juga diduga menjadi penyebab meninggalnya salah satu mahasiswi dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (UNIMA), mendapat kecaman keras dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Kemdiktisaintek, siang tadi langsung mengeluarkan siaran pers yang isinya pernyataan duka cita mendalam pada korban, dan langsung merespons tegas, terkait perlindungan mahasiswa di lingkungan kampus. Dimana seperti dikutip dalam media sosial Kemdiktisaintek, pihak Kemdiktisaintek menyatakan sikap menentang keras segala bentuk kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan tinggi.
Kementerian berkomitmen penuh untuk terus mendorong penanganan kasus yang adil, transparan, dan sepenuhnya berpihak pada korban. “Kemdiktisaintek menentang keras segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi dan berkomitmen mendorong penanganan yang adil dan berpihak pada korban,” tulis pernyataan resmi kementerian, Jumat (2/1).
Sebagai langkah preventif dan respons cepat, Kemdiktisaintek mengimbau seluruh sivitas akademika maupun masyarakat luas untuk tidak ragu melaporkan jika mengetahui atau mengalami tindakan kekerasan seksual di area kampus. Pemerintah telah menyediakan kanal pengaduan resmi agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat oleh pihak berwenang. Laporan dapat disampaikan melalui: Pusat Panggilan (Call Center) ULT: 126 dan melalui Laman Aduan: aduanitjen.kemdiktisaintek.go.id.
Kasus ini, menjadi pengingat pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan kementerian dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan bebas dari predator seksual. Hingga berita ini diturunkan, Kemdiktisaintek terus berkoordinasi dengan pihak Universitas Negeri Manado untuk memastikan langkah-langkah penanganan berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Seperti diketahui, menjelang akhir 2025, dunia pendidikan Sulawesi utara dikejutkan dengan meninggalnya mahasiswi UNIMA dengan cara yang memilukan, di kamar kos nya yang ada di Kota Tomhon. Kematian ini, diduga terjadi karena adanya aksi KS yang dialami sang mahasiswi asal Kabupaten Kepulauan Sitaro, oleh oknum dosen DM alias Denny. (gracey wakary)





