OJK Optimis Kinerja Sektor Jasa Keuangan Tumbuh Ekspansif Tahun Depan

Tangkapan layar - Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan pemaparannya dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) November 2025 di Jakarta, Kamis (11/12/2025). ANTARA/Uyu Septiyati Liman.

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

 

JAKARTA, 11 DESEMBER 2025 (ANTARA) – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar optimis kinerja sektor jasa keuangan nasional dapat bergerak lebih ekspansif pada tahun mendatang berkat ketahanan industri keuangan dan fundamental ekonomi domestik yang solid selama 2025.

 

“Kondisi ini menjadi modal untuk ruang ekspansi kinerja sektor jasa keuangan yang lebih luas ke depan, didukung dengan implementasi kebijakan pendalaman pasar keuangan, perluasan akses pembiayaan, serta penguatan integritas dan tata kelola di seluruh sektor jasa keuangan,” ucapnya di Jakarta, Kamis.

 

Ia mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan performa yang baik dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,3 persen pada triwulan III 2025. Indikator manufaktur (PMI) juga terus berada di zona ekspansi dan menjadi sinyal positif bahwa aktivitas bisnis di dalam negeri terus bergerak maju.

Baca juga  Promo Beragam Virtual Exhibition Honda Hadir Hingga Akhir April

 

Tidak hanya sektor industri, Mahendra menyatakan bahwa sektor jasa keuangan secara umum juga menunjukkan ketahanan yang kuat sepanjang 2025, ditopang oleh permodalan yang solid, kecukupan pencadangan, serta profil risiko yang terkendali.

 

Ia menuturkan, resiliensi pasar modal Indonesia merupakan salah satu indikator utama ketahanan sektor jasa keuangan pada tahun ini, tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mampu pulih dan mencatatkan tren positif, bahkan beberapa kali menembus rekor tertinggi baru (all-time high).

 

Capaian tersebut didukung oleh berbagai kebijakan adaptif OJK dan Bursa Efek Indonesia, seperti pembelian kembali saham (buyback) tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) serta penyesuaian batasan auto rejection yang menjaga kepercayaan investor. Dari sisi fungsi intermediasi, meski pertumbuhan kredit perbankan dan pembiayaan mengalami moderasi akibat perlambatan di beberapa sektor, OJK menilai fundamental industri tetap kokoh.

Baca juga  Pegadaian Raih Meraih Predikat “Best Company to Work in Asia” ke-6 Kalinya

 

Untuk mendorong pertumbuhan yang lebih optimal, Mahendra mengatakan pihaknya melakukan sejumlah upaya deregulasi dan pendalaman pasar, salah satunya pemangkasan sejumlah aturan pembiayaan mikro dan pegadaian untuk memberikan kemudahan berusaha. Sedangkan di sektor perasuransian, peran perusahaan asuransi sebagai investor institusional diperkuat dengan memperluas batasan investasi mereka pada instrumen keuangan tertentu.

 

Selain itu, OJK juga memperluas jangkauan pengawasan dan layanan dengan meresmikan kantor baru di Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Maluku Utara, serta memulai pembangunan gedung kantor di Sumatera Utara. “OJK senantiasa mengarahkan sektor jasa keuangan untuk berkontribusi optimal terhadap program prioritas pemerintah, dengan tetap memastikan penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang baik,” imbuh Mahendra Siregar.

 

Oleh Uyu Septiyati Liman

Editor : Zaenal Abidin

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *