MANADO, 21 DESEMBER 2025 – Guncangan gempa bermagnitudo (M)5,6 dengan pusat gempa di Jailolo, Maluku utara (Malut), yang juga dirasakan oleh masyarakat yang ada di Sulawesi utara selama 30 detik, tidak membuat kekalutan yang berarti.
Guncangan yang terasa ini, juga tidak membuat para pecinta belanja jelang Natal, yang ada di Manado panik berlebihan. Seperti yang diungkapkan oleh Erli Mamusung warga Mapanget Kota Manado, yang datang bersama keluarganya di Megamall, dan sempat merasa kaget dengan guncangan dari gempa yang terjadi pada pukul 20.21 Wita tadi.
“Kaget, saya pikir saya yang pusing, tapi setelah melihat kiri kanan, mereka juga merasakan hal yang sama. Tapi saya berusaha tenang karena berada di area Atrium yang menurut saya cenderung aman karena bisa segera lari keluar dari mall ini,” ujarnya, sembari membatalkan niat untuk lari, dan terus melakukan belanja di area mall yang ada di area bisnis terkemuka di Sulut ini. Guncangan juga dirasakan oleh warga Tomohon dan Tondano. “Ada di rumah saat gempa terasa, dan kencang sekali, sempat takut,” ujar Felda Nani warga Kakaskasen melalui WA, dan mengaku mencari tahu informasi pusat gempa.
BMKG pun dalam siaran pers yang diterima menyebut, episenter gempa initerletak pada koordinat 1,47° LU ; 126,35° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 Km arah barat laut Jailolo, Maluku Utara pada kedalaman 30 km. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” jelas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. DARYONO, S.Si., M.Si.
Diuraikan juga, gempa bumi ini memang berdampak dan dirasakan di daerah Manado, Bitung, Minahasa, Minahasa Utara, dan Tomohon dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu, daerah Ternate dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi Tsunami,” jelasnya. Dan juga hingga pukul 19.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock sebanyak 1 kali dengan kekuatan M3,0. (vero)





