Menenun Kasih untuk Sesama Jelang 43 Tahun Jejak Pengabdian Alumni Rex Mundi 83

Para alumni yang menggelar kegiatan pada tahun lalu.

MANADO, 1 FEBRUARI 2026 – Ada pepatah lama menyebut persahabatan masa sekolah adalah ikatan yang paling murni.

 

Bacaan Lainnya

Bagi alumni SMA Katolik Rex Mundi Manado Angkatan 1983, pepatah ini bukan sekadar kalimat manis, melainkan sebuah aksi nyata yang telah bertahan selama lebih dari empat dekade.

 

Untuk itu, memasuki usia ke-43 tahun sejak kelulusan mereka, semangat sekitar 120-an alumni ini tidak luntur dimakan waktu. Alih-alih hanya sekadar melepas rindu dengan tawa dan nostalgia, mereka memilih kembali berkumpul di Tomohon dengan misi yang jauh lebih mulia dengan menyentuh hati sesama dengan berbagai program sosial, kesehatan dan kemasyaratan.

 

Ketua Alumni Rex Mundi 83 Periode 2025 — 2028, Dr. Caecilia J.J. Waha, SH., MH.

Saat ditemui MANADONES, panitia utama untuk pertemuan akbar 43 Tahun sekaligus Ketua Alumni Rex Mundi 83, Dr. Caecilia J.J. Waha, SH., MH mengurai persiapan kegiatan yang diprioritaskan untuk ikut mendorong program pembangunan daerah dan nasional mulai dari sosialisasi pendidikan, bakti sosial di panti asuhan dan panti werdha, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis.

Baca juga  Timsus Maleo Polda Sulut Dibubarkan

 

“Kami juga mencoba untuk melihat apakah bisa bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, untuk melindungi teman teman kami yang saat ini mungkin bekerja namun belum terlindungi. Serta kegiatan pada lansia jadi juga prioritas kami. Bagi kami momen puncak kegiatan pada Juni nanti adalah ikut berkontribusi pada daerah, walau nilai seadanya,” ungkap Waha, yang kesehariannya dikenal sebagai Wakil Dekan Fakultas Hukum Univeristas Sam Ratulangi, sembari menambahkan pertemuan akbar tahun ini dirancang sebagai wadah pengabdian. “Eksistensi alumni harus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas dan anggota internal yang sedang berjuang,” tambahnya.

 

Waha yang didampingi Ketua Alumni Rex Mundi Periode 2017 – 2023 Anita De Blouwe dan Ketua Periode 2023 – 2025 Johny Runtu juga mengurai arti kebersamaan mereka dalam reuni akbar ini. Mereka sepakat bahwa kegiatan tahunan ini, bukanlah semata untuk pertemuan dan hura hura belaka. “Bagi kami, reuni yang berjiwa melalui bakti sesama adalah yang utama. Pengabdian kami bagi daerah jadi fokus dalam setiap rangkaian reuni akbar kami,” kata Runtu.

 

Runtu yang sempat menjadi staf khusus Bupati Talaud menegaskan reuni akbar ini, bukan sekadar kumpul kumpul belaka, karena aksi tahunan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai putra-putri daerah. Dengan jumlah anggota yang mencapai seratusan orang, potensi ini dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan daerah melalui kegiatan-kegiatan positif. “Anggota kami ada yang bermukim di luar negeri, dan mereka tetap besedia mendukung agenda ini,” ungkapnya.

Baca juga  BPJAMSOSTEK Manado Bagibagi 5.750 Masker dan 1.200 Multivitamin Gratis

 

Waha juga berharap pertemuan akbar yang akan digelar di Tomohon nanti akan menjadi saksi, seragam abu-abu putih mungkin sudah lama ditanggalkan, namun semangat “Rex Mundi” untuk melayani tetap berkobar di dada mereka. “Di udara sejuk Tomohon, mereka tidak hanya akan mengenang memori lama, tetapi juga menanam benih kebaikan yang baru,” tutupnya, di pertemuan panitia yang digelar di Grace Café Manado belum lama ini. Para anggota alumni sendiri kini banyak yang telah memiliki nama besar dan gelar mentereng, serta pekerjaan mulai dari dosen, petani, ASN, dokter, pemilik UMKM, pimpinan DPRD Sulut, kepala dinas, dan pengusaha besar di negeri ini.(gracey wakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *