MANADO,5 Maret 2026 – Industri perbankan di Sulawesi Utara (Sulut), mencatatkan kinerja positif pada penutupan tahun 2025.
Berdasarkan data Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi utara dan Gorontalo, total aset perbankan di Sulawesi Utara mencapai Rp107,93 triliun, tumbuh sebesar 8,65% (yoy).
Meski angka pertumbuhan aset ini sedikit di bawah pertumbuhan nasional yang berada di level 9,66%, Sulut menunjukkan keunggulan signifikan pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Dimana hingga Desember 2025, DPK Sulawesi Utara tercatat sebesar Rp34,81 triliun dengan pertumbuhan 10,87% (yoy).
“Pertumbuhan ini didominasi oleh struktur dana murah, di mana porsi tabungan pada Bank Umum di Sulawesi Utara mencapai 60%, jauh melampaui rata-rata tabungan nasional yang hanya sebesar 31%. Kondisi ini mengindikasikan basis pendanaan yang kuat dan efisien di wilayah tersebut,” kata Kepala OJK Sulutgo Robert Sianipar dalam kegiaan kemarin di Manado.
Untuk penyaluran kredit perbankan di Nyiur melambai, terus menunjukkan tren ekspansi hingga posisi Desember 2025. Dimana OJK Sulut melaporkan total penyaluran kredit di wilayah ini mencapai Rp56,77 triliun, meningkat 6,14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sektor konsumsi masih menjadi motor utama dengan porsi mencapai 60% dari total kredit yang disalurkan. (gracey)




