LPEI Salurkan Pembiayaan PKE Rp13,5 Triliun Sepanjang 2025

Ilustrasi - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatat penyaluran Penugasan Khusus Ekspor (PKE) sepanjang 2025 mencapai Rp13,5 triliun. Realisasi tersebut meningkat 85 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan penyaluran pada 2024 yang sebesar Rp7,3 triliun. (ANTARA/HO-LPEI)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

 

 

JAKARTA, 9 MARET 2026 (ANTARA) – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatat penyaluran Penugasan Khusus Ekspor (PKE)  mencapai Rp13,5 triliun sepanjang 2025.

 

Realisasi tersebut meningkat 85 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan penyaluran pada 2024 yang sebesar Rp7,3 triliun. Kepala Divisi Penugasan Khusus dan Strategi LPEI Berlianto Wibowo mengatakan capaian tersebut mencerminkan efektivitas program PKE dalam mendukung penguatan ekosistem ekspor nasional.

 

“Tahun 2025 menjadi momentum bagi Indonesia Eximbank untuk semakin memperkuat efektivitas program PKE dalam mendukung ekosistem ekspor nasional,” ujar Berlianto dalam keterangannya di Jakarta, Senin. Capaian tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat nilai ekspor Indonesia sepanjang 2025 mencapai 282,91 miliar dolar AS atau meningkat 6,15 persen secara tahunan.

 

Berlianto menjelaskan berdasarkan hasil penghitungan developmental impact secara agregat, setiap Rp1 pembiayaan yang disalurkan Indonesia Eximbank diperkirakan mampu memberikan kontribusi hingga 2,79 kali terhadap penghematan atau penciptaan devisa.

 

Dengan demikian, pada 2025 fasilitas PKE turut berkontribusi pada penciptaan dan penghematan devisa negara senilai 2,182 juta dolar AS.Sepanjang 2025, pertumbuhan penyaluran PKE didorong oleh optimalisasi dukungan kepada pelaku ekspor pada sejumlah sektor prioritas, antara lain melalui program PKE Farmasi dan Alat Kesehatan serta PKE Alat Transportasi.

 

Melalui program PKE Farmasi, Indonesia Eximbank mendukung ekspor produk industri farmasi nasional seperti vaksin, obat-obatan, dan peralatan medis termasuk jarum suntik. Sementara itu, melalui program PKE Alat Transportasi, lembaga tersebut turut mendorong produksi dan ekspor gerbong barang bertipe container flat top (CFT) wagon buatan Indonesia ke Selandia Baru.

Baca juga  hara dan Nosstress Bawa Pesan Hargai Alam Lewat "Raih Tanahmu"

 

Selain itu, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan berbagai program PKE lainnya, seperti PKE Trade Finance, PKE Kawasan, PKE Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta PKE Penjaminan dan Asuransi yang sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperluas basis eksportir nasional dan memperkuat hilirisasi industri. Melalui dukungan PKE, berbagai produk unggulan Indonesia seperti rempah-rempah, furnitur, dan minyak nabati juga berhasil menembus pasar ekspor non-tradisional, termasuk kawasan Afrika, Amerika Selatan dan Asia Selatan.

 

“Indonesia Eximbank akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan produk lokal Indonesia tidak hanya unggul di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional,” kata Berlianto.

 

Adapun sebagai upaya memperkuat dukungan pemerintah terhadap kinerja ekspor nasional, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Republik Indonesia bersama Indonesia Eximbank juga menyelenggarakan sosialisasi Program PKE untuk penyediaan fasilitas penjaminan dan asuransi pada 12 Februari 2026 di Jakarta.

 

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkuat pemahaman terkait penugasan baru kepada Indonesia Eximbank melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 329 Tahun 2025 tentang Penugasan Khusus Ekspor guna menyediakan fasilitas penjaminan dan asuransi bagi ekspor produk dan/atau jasa pada sektor prioritas pemerintah.

 

Ketua Tim Dukungan Program Pemerintah Direktorat Pengelolaan Risiko Keuangan Negara DJPPR Kementerian Keuangan Hilman Qomarsono mengatakan pemerintah menghadirkan PKE Penjaminan dan Asuransi sebagai mekanisme berbagi risiko (risk sharing) antara pemerintah, Indonesia Eximbank dan sektor keuangan.

Baca juga  Modifikasi Motor Listrik Honda Makin Menarik Karya Tiga Jawara HMC 2023

 

“Risiko perdagangan internasional semakin kompleks, mulai dari risiko negara tujuan hingga potensi gagal bayar pembeli. Melalui PKE Penjaminan dan Asuransi, pemerintah memperkuat ekosistem mitigasi risiko ekspor nasional,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Divisi Penjaminan dan Trade Finance LPEI Sylvia Sandyazmara Devi menjelaskan program tersebut difokuskan untuk mendukung industri strategis, hilirisasi, serta program prioritas pemerintah dalam mewujudkan visi pembangunan nasional. Menurut dia, program itu menyediakan tiga fasilitas utama, yakni penjaminan kredit, penjaminan proyek dan trade credit insurance.

 

Fasilitas trade credit insurance memberikan perlindungan bagi eksportir terhadap risiko gagal bayar pembeli yang disebabkan oleh risiko komersial maupun politik. Sebagai export credit agency (ECA) Indonesia, Indonesia Eximbank juga menyediakan penjaminan kredit bagi perbankan.

 

Dengan status sovereign, penjaminan tersebut memberikan manfaat berupa perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) sebesar 0-20 persen serta peluang pembebasan dari perhitungan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), sehingga dapat memperluas ruang pembiayaan bagi sektor ekspor.

 

“Fasilitas PKE Asuransi dan Penjaminan diberikan kepada direct exporters yang memiliki rekam jejak usaha sehat, kepemilikan mayoritas lokal, serta tata kelola yang baik. Dengan dukungan ini, eksportir dan mitra perbankan diharapkan dapat memperkuat kemampuan pembiayaan, meningkatkan keamanan transaksi, dan bersama-sama mendorong pertumbuhan ekspor nasional yang lebih berkelanjutan,” ujar Sylvia.

 

Oleh Bayu Saputra

Editor : Agus Salim

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *