MANADO, 14 FEBRUARI 2026 – Prestasi gemilang dikancah internasional kembali dicetak oleh generasi muda Indonesia.
Prestasi kali ini dicetak oleh Tim Labmino dari Universitas Indonesia (UI), yang berhasil mengharumkan nama bangsa dengan terpilih sebagai salah satu dari sepuluh tim terbaik dunia dalam ajang Samsung Solve for Tomorrow (SFT) Global Ambassador, sebuah pencapaian perdana bagi Indonesia dalam sejarah kompetisi tersebut.
Keberhasilan ini diumumkan oleh Samsung Electronics Indonesia pada Jumat (13/2/2026). Indonesia kini bersanding dengan satu negara lainnya di wilayah South East Asia and Oceania (SEAO) yang berhasil menembus posisi bergengsi ini.
Inovasi AI untuk Disabilitas
Tim Labmino yang beranggotakan Muhammad Fazil Tirtana, Kaindra Rizq Sachio, Anthony Edbert Feriyanto, dan Ariq Maulana Malik Ibrahim, berhasil menciptakan inovasi baru yang bisa digunakan solusi bernama RunSight.
Dalam siaran pers yang diterima MANADONES dari Samsug disebut, inovasi ini merupakan perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk membantu penyandang disabilitas visual agar dapat berlari secara mandiri dan aman.
“Bagi kami, ini bukan hanya tentang memenangkan sebuah program, tetapi membuktikan bahwa ide yang lahir dari kepedulian bisa tumbuh menjadi solusi nyata yang berdampak,” ujar perwakilan Tim Labmino, Anthony Edbert Feriyanto.
Atas capaian gemilag ini pemerintah Indonesia melalui Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini. Menurutnya, inovasi berbasis teknologi seperti RunSight merupakan fondasi penting menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Kami bangga melihat Tim Labmino mampu berdiri sejajar di forum global. Ini menunjukkan potensi besar generasi muda kita dalam menjawab tantangan nyata melalui penguasaan ilmu pengetahuan,” tegas Prof. Fauzan.
Senada dengan hal tersebut, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, Bagus Erlangga, menyatakan bahwa pencapaian ini membuktikan kekuatan AI yang bermakna. “AI yang bermakna adalah AI yang mampu memberdayakan manusia. Perjalanan Tim Labmino menjadi contoh bagaimana empati dan teknologi dapat bersatu menciptakan inovasi berdampak di tingkat global,” kata Bagus.
Melalui peran baru sebagai SFT Global Ambassador, Tim Labmino diharapkan menjadi inspirasi bagi inovator muda lainnya di Indonesia untuk berani menciptakan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. (gracey wakary)





