MANADO, 4 MEI 2026 – Sulawesi Utara (Sulut), pada April 2026 mengalami inflasi sebesar 0,96 persen untuk, bulan ke bulannya atau month to month (m-to-m).
Diuraikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi utara (Sulut) Dr Watekhi SSi MSE, pendorong inflasi dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas tomat dan cabai rawit, akibat terbatasnya pasokan dari daerah sentar produksi akibat belum memasuki masa panen. Kemudian naiknya harga tiket pesawat alias angkutan udara pada April, yang didorong oleh meningkatnya biaya operasional maskapai akibat harga avtur yang naik.
Serta harga minyak goreng juga ikut naik pada April lalu. ” Turunnya harga daun bawang akibat panen besar yang terjadi di Kabupaten Minahasa selatan dan Tomohon. Menjadi salah salah satu penahan inflasi, selain empat komoditas di atas yang mendorong inflasi,” kata Watekhi, dalam rilis bulanan BPS Sulut di Kantor BPS Sulut di Manado siang tadi. (gracey wakary)





