MANADO, 5 JUNI 2026 – Keberhasilan tiga kali percobaan pengiriman langsung komoditas unggulan Sulawesi utara (Sulut), secara langsung melalui Pelabuhan Bitung ke China, atau Direct Call, membuat Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi utara (Sulut) menggelar Focus Group Discussion (FGD) mulai pagi hingga siang tadi.
Ajang diskusi terarah, hasil kerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara (DJBC Sulbagtara), dihadiri langsung oleh 150 pimpinan perusahaan yang ikut melakukan ekspor komoditas unggulan secara Direct Call Manado – China, dan .
Dalam sambutanya secara langsung, Kepala KPw BI Sulut Joko Supratikto menyebut proyek trial Direct Call sejak Maret, April hingga Mei menunjukan hal yang positif terutama untuk para eksportir komoditas unggulan seperti ikan tuna, pala, kelapa dan turunannya dll.
“Kami berharap direct call ini bisa berjalan terus, saat ini sudah melakukan tiga percobaan dan bisa disebut berhasil. Direct Call ini memberi keuntungan bagi pengusaha, karena mampu memangkas waktu transportasi yang dulunya ke China bisa hingga satu bulan, kini dipangkas menjadi lima hingga tujuh hari,” kata Supratikto
Direktur BI Sulut ini, juga menyebut, FGD yang menghadirkan Kepala Bidang Fasilitas Kepabeann dan Cukai Kanwil DJBC Sulbagtara Adeltus Lolok, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Kota Bitung Didit Prayudi Sidharta, pimpinan Terminal Head PT Pelindo Jusri, pimpinan BNI Kantor Cabang Bitung Donny Sakeon, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Hermina Syaloom dan VP Bank Mandiri Sulut Gorontalo Raden Darojat Wirabuana, sangatlah penting untuk mendorong dan mengevaluasi agar direct call ini bisa terus berhasil.
“Dalam forum ini, kita bisa sepakat dan sama sama saling memberikan masukan penting di Direct Call Manado China, termasuk kehadiran bank sebagai pelaku pembiayaan yang dibutuhkan para eksportir nantinya,” ungkap Supratikto.
Dia juga menambahkan pada posisi Sulut sebagai pintu gerbang amat strategis untuk kegiatan ekspor impor terutama. “Direct Call ini mendorong nilai kualitas komoditas kita lebih baik saat diterima di di pasar China dan nilai nya juga pasti lebih baik,” tambahnya.(gracey wakary)





