Odekta Naibaho Pertimbangkan Pensiun Setelah Asian Games 2026

Arsip foto - Pelari Indonesia Odekta Elvina Naibaho mengibarkan bendera Merah Putih usai melewati garis finis pada final marathon putri Asian Games 2022 di Qiantang River Green Belt, Hangzhou, China, Kamis (5/10/2023). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 26 AGUSTUS 2026 (ANTARA) – Atlet lari maraton putri Indonesia, Odekta Elvina Naibaho, mempertimbangkan untuk mengakhiri kariernya setelah mengikuti ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang,19 September hingga 4 Oktober mendatang.

 

“Ya, kalau saya ketemu jodoh (pasangan hidup), ya, mungkin (Asian Games 2026) ini yang terakhir,” kata Odekta Elvina Naibaho saat ditemui dalam konferensi pers Pertamina Eco RunFest 2026 di Jakarta, Rabu.

 

Meski membuka kemungkinan untuk mengakhiri karier setelah Asian Games 2026, pelari asal Sumatera Utara itu menegaskan bahwa dirinya saat ini masih fokus mempersiapkan diri menghadapi pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

 

Menurut Odekta, persiapan menuju Asian Games menjadi prioritasnya karena ia ingin memberikan penampilan terbaik dan memperbaiki hasil yang diraih pada keikutsertaan sebelumnya. Pada ajang sebelumnya di Hangzhou, China, pelari berusia 34 tahun itu finis di posisi ke-10 nomor maraton putri dengan catatan waktu 2 jam 37 menit 51 detik.

Baca juga  LPS: Penjaminan Polis hanya Cakup Asuransi Komersial Berunsur Proteksi

 

Sejak penampilannya di Asian Games tersebut, Odekta menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah ketika ia berhasil memecahkan rekor nasional maraton putri Indonesia dalam ajang Gold Coast Marathon 2025 di Queensland, Australia.

 

Dalam perlombaan tersebut, Odekta mencatat waktu 2 jam 31 menit 34 detik, sekaligus mempertajam rekor nasional yang sebelumnya dipegang oleh Triyaningsih dengan catatan waktu 2 jam 31 menit 39 detik. Rekor tersebut telah bertahan selama sekitar 14 hingga 15 tahun sebelum akhirnya diperbarui oleh Odekta.

 

Pencapaian itu menjadi modal penting bagi Odekta untuk menghadapi persaingan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Meski demikian, ia menyadari bahwa persaingan di nomor maraton putri tidak akan mudah karena harus berhadapan dengan atlet-atlet kuat dari berbagai negara Asia.

 

“Untuk target (pada Asian Games 2026), saya memberikan yang terbaik, yang pasti,” kata Odekta. Odekta mengakui persaingan di Asian Games akan sangat ketat. Ia memperkirakan para pelari dari negara-negara seperti China dan Jepang akan menjadi pesaing berat. Selain itu, terdapat pula atlet-atlet dari negara lain yang memiliki kemampuan kompetitif, termasuk atlet naturalisasi yang memperkuat Bahrain, Filipina, dan negara lainnya.

Baca juga  Dokter: Jaga Berat Badan di Usia 40 Dimulai dengan Asupan Rendah Gula

 

Karena itu, Odekta memilih untuk bersikap realistis dan tidak membebani dirinya dengan target harus meraih medali emas. Baginya, yang terpenting adalah mampu tampil maksimal, menjalankan strategi perlombaan dengan baik, serta mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki. “Jadi saya kira kalau target di sana untuk juara kayanya berat, tapi memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” katanya.

 

Setelah Asian Games 2026, Odekta akan kembali mempertimbangkan masa depannya sebagai atlet. Keputusan untuk pensiun, menurut dia, dapat diambil apabila dirinya telah menemukan pasangan hidup untuk membangun rumah tangga. “Kalau enggak, mungkin ya, saya mungkin lambat laun tarik diri kali ya. Tapi belum pasti kapan selesainya, begitu,” katanya.

 

Oleh Aloysius Lewokeda

Editor : Junaydi Suswanto

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *