MANADO, 6 SEPTEMBER 2026 – Sebaran abu vulkanis akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak signifikan terhadap operasional penerbangan rute Jakarta (CGK) menuju Manado (MDC) dan sebaliknya.
Menurut GM Angkasa Pura Indonesia (API) Sam Ratulangi Manado Radityo Ari Purwoko, S.T., M.T menyebut, hingga Minggu (6/9/2026) pukul 13.30 WITA, tercatat 12 jadwal penerbangan di Bandara Internasional Sam Ratulangi dibatalkan demi keselamatan penumpang.
“Berdasarkan data operasional penerbangan rute Jakarta–Manado per 12.13 WITA, hanya satu penerbangan kedatangan yang berhasil mendarat, yakni Citilink QG 300 yang membawa 145 penumpang pada pukul 05.16 WITA,” katannya didampingi Humas API Bandara Sam Ratulangi Manado Yanthi Pramono.
Setelah penerbangan tersebut, seluruh rute lanjutan mengalami pembatalan atau cancel, sementara satu penerbangan kedatangan lainnya masih berstatus siaga standby. Rincian penerbangan terdampak dari Bandara Soekarno – Hatta Cengkareng Tanggerang ke Bandara Sam Ratulangi Manado sebanyak 12 penerbangan (lihat grafis).
Akibat pembatalan ini, ribuan calon penumpang terdampak di kedua bandara. Maskapai penerbangan kini tengah memproses opsi pengalihan rute, penjadwalan ulang (reschedule), serta pengembalian dana (refund) sesuai regulasi yang berlaku sembari memantau perkembangan arah sebaran abu vulkanis dari otoritas penerbangan terkait. (gracey wakary)






