MANADO, 12 OKTOBER 2026 — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan imbauan keselamatan bagi warga dan wisatawan di sekitar kawasan Gunung Lokon, Tomohon. Hingga pertengahan Oktober 2026, status Gunung Lokon tetap ditetapkan pada Level II (Waspada).
Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Lokon, Farid Ruskanda Bina, melaporkan hasil evaluasi pemantauan periode Minggu (11/10/2026). Dari hasil rekaman alat kegempaan, Gunung Lokon mengalami 9 kali gempa vulkanik dangkal (amplitudo 2.5–11 mm), 8 kali gempa hembusan, dan 6 kali gempa tektonik jauh.
Secara visual, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan ketinggian mencapai 100 meter di atas puncak. Pada malam hari, pemantauan visual mencatat adanya kemunculan sinar api di dasar kawah.
Atas kondisi tersebut, PVMBG menetapkan tiga rekomendasi utama untuk keselamatan publik yaitu pertama,dilarang menjelajah radius bahaya, masyarakat dan wisatawan diimbau tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 1,5 km dari Kawah Tompaluan.
Kedua, antisipasi hujan abu, apabila terjadi letusan dan hujan abu, warga disarankan berada di dalam rumah atau menggunakan masker serta kacamata saat berada di luar ruangan. Dan ketiga, waspada lahar, warga di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon diminta mewaspadai ancaman lahar, terutama memasuki musim penghujan.






