MANADO 1 OKTOBER 2026 — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong, terus memperkuat komitmen pelestarian ekosistem di Sulawesi Utara (Sulut), melalui program perlindungan satwa endemik Yaki (Macaca nigra) dan agroforestri tanaman aren.
Dalam siaran pers yang diterima MANADONES, langkah ini menggabungkan upaya konservasi biodiversitas berbasis kolaborasi masyarakat dengan potensi ekonomi lokal di sekitar wilayah operasi.
Dimana, berdasarkan hasil survei lapangan, sebanyak sembilan individu monyet Yaki berstatus terancam punah (Critically Endangered) saat ini memasuki tahap habituasi di Hutan Rurukan sebelum dilepasliarkan. Perlindungan monyet hitam endemik ini juga dijalankan lewat program ‘Lestari Manimpang’ yang mencakup area seluas 6,94 hektare.
General Manager PGE Area Lahendong, Yanuaris Dwi Cahyono, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Konservasi di wilayah Lahendong kami lakukan dengan melihat kondisi lingkungan dan potensi yang ada di sekitar wilayah operasi. Kami terus mendorong kolaborasi agar upaya perlindungan ekosistem dan satwa dapat berjalan berkelanjutan,” ujar Yanuaris. (gracey wakary)






