MANADO, 30 SEPTEMBER 2026 – Kegiatan kolaborasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sam Ratulangi Unsrat) Manado, bersama Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sulawesi utara (Sulut) dan PT Daya Adicipta Wisesa (DAW) berhasil mengumpulkan 22 pendonor pemula, dalam ajang kemanusiaan Donor Darah dan Diskusi Sehat, yang digelar pagi tadi.
Menurut, Kordinator Penanggung jawab Kegiatan untuk Mobil Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Sulut, untuk kegiatan donor darah bersama BEM Unsrat, FJPI Sulut dan PT DAW, dr Olivia Koagouw para peserta yang mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 22 pendonor pemula dan 7 pendonor tetap.
“Namun usai screening yang kami lakukan sebelum proses donor darah dilakukan hanya 15 yang dinyatakan bisa mendonor dan resmi mendonorkan darah mereka,” jelas Mokoagouw yang mengatakan antusias para pendonor pemula yang merupakan para anggota BEM Unsrat, sangat luar biasa. “Para mahasiswa ini saling mendorong teman teman mereka untuk terlibat pada kegiatan ini. Ini langkah bagus untuk keikutsertaan mereka sebagai pendonor tetap,” tambahnya.

Public Relations DAW Zefanya Elizabeth Mukuan, bersama Bendahara FJPI Sulut Lily Paputungan mengaku gembira dengan keterlibatan aktif para mahasiwa Unsrat pada ajang yang bersamaan juga digelar diskusi kesehatan dan berkendara cari aman yang menghadirkan Manager Pemastian Mutu UTD PMI Sulut dr. Sonny R.A Pasuhuk, M.Kes, Sp.KKLP, dan Maruly Napitupulu serta Gracey Wakary SH dan Rossiena Anashtasya Angkouw SE. “Bagi kami kehadiran teman teman mahasiswa Unsrat dikegiatan hari ini, menjadi bukti aksi kemanusiaan mulai menjadi bagian gaya hidup mereka. Dan kami sangat berterima kasih atas hasil ini,” ungkap Anya.
Sementara Ketua BEM Unsrat, Kelvin Christofel Dayo berharap ajang sehat tiga bulanan ini, bisa menjadi bagian tetap dari program kolaborasi ke depannya. “Sebenarnya tadi ada sekira 10 teman teman perwakilan beberapa fakultas yang ingin ikut, namun terhalang waktu. Kamipun berharap kegiatan ini masih bisa dilakukan rutin ditempat kami,” jelasnya.
Dari 15 kantong darah yang dihasilkan pada donor darah ini, paling banyak pendonor memiliki golong darah B dengan jumlah 7 pendonor, diikuti golong darah O sebanyak 6 pendonor , dan 2 pendonor bergolongan darah A. (gracey wakary)






