DPR Filipina Cabut Tiga dari Empat Dakwaan Pemakzulan Wapres

Arsip - Wakil Presiden Filipina Sara Duterte saat menyampaikan keterangan terkait pengadilan atas kejahatan ayahnya, mantan presiden Filipina Rodrigo Duterte, yang ditangkap atas tuduhan pembunuhan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada (14/3/2026). (ANTARA/Anadolu/Mouneb Taim)

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

ISTANBUL, 14 OKTOBER 2026 (ANTARA) – Tim Jaksa di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina mencabut tiga dari empat dakwaan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte pada Selasa (13/10).

 

Menurut laporan surat kabar Phil Star, dakwaan yang dicabut tersebut terkait dengan dugaan penyalahgunaan dana rahasia dan rencana pembunuhan.

 

Dengan demikian, hanya tersisa satu dakwaan yang akan disidangkan oleh pengadilan pemakzulan di Senat Filipina. Pengadilan pemakzulan di Senat Filipina telah menerima penarikan dakwaan tersebut dan sidang atas Duterte akan dilanjutkan dengan satu dakwaan tunggal terkait kekayaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga  Menag Siapkan Upaya Pencegahan Agar Pembubaran Rumah Doa tak Terulang

 

“Hari ini, dengan hormat, pihak penuntut menyatakan bahwa mereka tidak akan lagi menindaklanjuti tiga dakwaan tersebut. Pihak penuntut akan fokus pada satu dakwaan, yaitu Pasal II mengenai kekayaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Jinky Luistro selaku jaksa penuntut utama di DPR Filipina.

 

Pasal II tersebut menuduh Duterte memiliki kekayaan yang tidak dapat dijelaskan dan tidak sepenuhnya melaporkan aset dalam laporan kekayaan. Pencabutan terhadap tiga dakwaan tersebut dinilai sebagai bentuk penurunan secara signifikan dalam kasus pemakzulan Duterte.

 

Dakwaan yang dicabut itu mencakup dua tuduhan paling menonjol terhadap Duterte, yakni dugaan penyalahgunaan dana rahasia serta dugaan ancaman serius terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr, Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan mantan ketua DPR Martin Romualdez. Jika dinyatakan bersalah, Duterte akan dilarang menduduki jabatan publik secara permanen, termasuk menghambat rencananya untuk mencalonkan diri sebagai presiden Filipina pada Pemilu 2028.

Baca juga  Ini Harapan Direktur dan Civitas Akademika Polimdo pada Pimpinan Sulut yang Baru

 

Sumber: Anadolu

Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan

Editor : Fransiska Ninditya

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *