MANADO, 21 OKTOBER 2026 — Beredarnya narasi dan rekaman video dugaan perundungan pada Program Studi PPDS-1 Obstetri dan Ginekologi FK Unsrat / RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dipastikan tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan telah merugikan nama baik institusi.
Dalam pernyataan tertulis yang dirilis di Manado pada 19 Oktober 2026, ditegaskan bahwa narasi viral di media sosial disebarkan oleh pihak luar, bukan oleh kedua residen yang bersangkutan, yakni Warouw Scriven Yosia (residen junior) dan Jonathan I. Baan (residen senior).
Pihak program studi menerangkan bahwa video yang diunggah tersebut merupakan kejadian insidental yang tidak memiliki makna sebagaimana dipersepsikan di media sosial, serta tidak berkaitan secara institusional dengan rumah sakit mana pun. Permasalahan yang sempat timbul antara senior dan junior murni merupakan kesalahpahaman pribadi tanpa adanya kontak fisik, dan kini telah diselesaikan secara damai.
“Akibat unggahan tak terverifikasi tersebut, selain berdampak pada citra lembaga pendidikan medis, hal ini juga berdampak secara personal terhadap kedua dokter spesialis peserta didik tersebut,” ujar Humas Unsrat Max Rembang dalam siaran pers yang diterima MANADONES belum lama ini.
Pihak FK Unsrat menegaskan telah menyediakan kanal pelaporan resmi dengan jaminan kerahasiaan bagi peserta didik yang mengalami kendala, sekaligus meminta publik untuk bijak dan tidak memperluas spekulasi di media sosial. (gracey wakary0






