MANADO, 21 SEPTEMBER 2023 – Pagi hari ini, Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), resmi menjadi tuan rumah Konferensi Internasional bidang Sains, Matematika, Aplikasi, Penelitian, dan Teknologi ke—4 atau yang dikenal The 4th International Conference On Natural Sciences, Mathematics, Applications, Research, and Technology (ICON SMART 2023).
Di konfrensi bergengsi yang resmi di buka oleh Rektor Unsrat yang diwakilkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Dr Grevo Gerung, di lantai 4 Gedung Rektorat Unsrat Manado, secara hybrid, dimana konfrensi ini, diiikuti oleh oleh sekitar 754 peserta dari dalam dan luar negeri, yang berasal dari 63 universitas ternama, berhasil menghadirkan enam pembicara pleno yang merupakan pakar di bidangnya masing-masing. Seperti yang diterima MANADONES melalui siaran pers FMIPA Unsrat, para pembicara ini adalah, pertama Prof Dr Seiya Negami, ahli teori graf topologi, mantan direktur eksekutif dan mantan wakil presiden Universitas Nasional Yokohama, Yokohama, Jepang, dengan yang akan menghadirkan topik “Topological Graph Theory and Its Applications”. Kedua, Prof Dr Mohamad Zaky bin Noh, ahli fisika, dekan Fakultas Sains dan Teknologi Terapan, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, Johor, Malaysia, yang akan menghadirkan topik “Physics of Materials and Devices for Renewable Energy”.
Ketiga, Prof Soottawat Benjakul PhD ahli ilmu pangan dan teknologi, kepala Pusat Unggulan Internasional dalam Ilmu dan Inovasi Pangan Laut (ICE-SSI), Universitas Prince of Songkla, Hat Yai, Thailand, yang hadir dengan topik “Food Security and Quality in the Era of Globalization”. Keempat, Prof Dr Eng Kuwat Triyana MSi, ahli ilmu material dan teknik, dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Indonesia, dengan topik “Material Science and Engineering for Sustainable Development”. Kelima, Prof Dr Prasad Kaparaju, ahli bioteknologi dan energi terbarukan, Universitas Griffith, Brisbane, Australia, dengan topik “Biotechnology and Renewable Energy for Green Economy”. Keenam, Dr Kara Layton, ahli diversifikasi evolusi, Universitas Aberdeen, Aberdeen, Skotlandia, dengan topik “Evolution Diversification and Its Implications for Natural Sciences”.
Dalam sambutannya, Gerung menyebut, konferensi ini, bertujuan untuk menyediakan forum bagi para peneliti, akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai bidang ilmu alam, matematika, aplikasi, penelitian, dan teknologi untuk berbagi hasil penelitian dan pengembangan terbaru mereka. “Konferensi ini, juga diharapkan dapat meningkatkan kerjasama antara institusi pendidikan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan industri dalam menghadapi tantangan global,” jelasnya. (graceywakary)





