Terima Kasih Butet

Butet saat jadi jawara Olimpiade. (Foto: Fox Sport)

 

Butet dan Tontowi saat menjadi jawara Olimpiade bRASIL 2016 lalu. (Foto:Bola)

Wanita tangguh ini amat dikenal di dunia olahraga terutama di cabang olahraga bulu tangkis, prestasi yang sangat luar biasa dengan menyabet medali emas ganda campuran bersama Tontowi Ahmad di Olimpiade di Rio de Janerio, Brasil pada 2016 lalu, serta title juara dunia ganda campuran sudah direngkuh oleh Butet, panggilan akrab dari Liliyana Natsir sejak tahun 2005 lalu.

Bacaan Lainnya

Siang tadi, warga Lorong Carona Teling Manado ini resmi menyatakan mundur di pentas olahraga. Di Istora Senayan di hadapan media, suporter, fans, teman atlet, Menteri Pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Wiranto, Butet menangis, saat memberikan keterangan untuk mengakhiri karirnya sebagai atlet nasional.

Baca juga  Xiumin EXO Positif COVID-19 SM Entertaiment Minta Maaf

 

 

“Ini momen yang sangat berat buat saya. 24 tahun saya berkarir di bulutangkis, suka dan duka, tangis dan tawa saya rasakan di dalamnya. Hari ini, Minggu 27 Januar saya menyatakan pensiun sebagai atlet bulutangkis. Terima kasih atas semua dukungan yang telah saya terima hingga kini. Bulutangkis yang sudah membesarkan nama saya hingga kini,” tutur wanita kelahiran Manado 9 September 1985,  seperti yang redaksi lihat dalam halaman instagram Butet dan vlog yang dibuat oleh Menpora.
Butet sendiri sejak usia 8 tahun sudah mendapat didikan dari klub Pisok Manado yang menjadikannnya sebagai salah satu atlet andalan Manado, dan mengikuti beberapa pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) hingga PON dengan mewakili Sulawesi Utara (Sulut), sebelum akhirnya memutuskan untuk membela DKI Jaya.

Baca juga  Atlet AS Pecahkan Rekor Dunia Panjat Tebing di Bali

“16 Tahun dia membawa nama Indonesia di pentas dunia, dan mengalahkan lawan serta cedera yang dialaminya. Merah Putih menjadi kebanggaannya. Terima Kasih, Butet,” sebut Wiranto, sambil menyalami mantan atlet PON Sulut ini.

“Dia atlet kebanggaan kami dan saya bangga. Terima kasih Butet,” ungkap Lendy warga Carona pada redaksi. Sementara itu, Royke Ompi yang sempat menjadi senior Butet di Manado mengakui bahwa Butet adalah atlet spesial yang mampu tampil ke nasional.

“Dia berkorban banyak, meninggalkan masa kecilnya demi menjadi atlet yang luar biasa. Dan saya bangga padanya,” kata Roy.

Trimakasi Butet, kami bangga padamu, kamu adalah inspirasi para remaja Sulawesi Utara dan Indonesia untuk tidak takut menjadi atlet kelas dunia.(*)

 

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *