Sore tadi sekitar pukul 18.05 Wib, Prof Dr Ing H. Bacharuddin Jusuf Habibie menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta setelah menjalani proses penyembuhan dan pemulihan atas sakit yang dideritanya
Bangsa Indonesia baru saja kehilangan salah seorang putra terbaiknya, ilmuwan kelas dunia, bapak teknologi yang hidupnya didedikasikan untuk kemajuan Indonesia. Inilah yang diungkapkan langsung oleh Presiden Joko Widodo belum lama ini pada media. “Kita semua kehilangan dan ini duka yang mendalam. Mari kita sama sama mendoakan beliau, dan keluarga yang ditinggalkan. Hanya itu yang bisa saya sampaikan. Semoga segala amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni dosa-dosanya, dan segenap keluarga yang ditinggalkan kiranya diberiNya kekuatan dan kesabaran,” kata Jokowi.
Presiden ke-3 RI, Prof Dr Ing H. Bacharuddin Jusuf Habibie, lahir di Pare pare Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936.Habibie juga dikenal sebagai Menteri Riset dan Tekhnologi Indonesia, 29 Maret 1978 – 11 Maret 1998, sebagai Wakil Presiden Indonesia ke 7, 11 Maret 1998 – 21 Mei 1998 dan sebagai Presiden Republik Indonesia ke 3, 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999.
Sepak terjang sang ahli teknologi terbaik Indonesia,adalah membuat pesawat yang hingga kini masih digunakan oleh beberapa negara seperti Thailand. Habibie juga dikenal sebagai warga kehormatan Jerman, karena kepandaiannya. Selain sebagai pemimpin dan pemikir, almarhum juga dikenal sebagai sosok romantis yang begitu mencintai istrinya, Ainun yang lebih dulu dipanggil yang kuasa. Selamat Jalan Pak, terima kasih atas semua untuk negara ini. (graceywakary)





