Liputan Khusus
MANADO — Masyarakat Manado harus mampu melihat peluang disekitarnya, dengan memanfaatkan ruang atau lahan untuk bisa dikembangkan dan menjadi penggerak ekonomi keluarga.
Ini yang dikatakan oleh Walikota Manado GS Vicky Lumentut saat melaunching gerakan Manado Ba Kobong. Gerakan yang menitikberatkan pada pemanfaatan lahan tidur untuk menjadi area perkebunan.

Dimana, pemanfaatan ini akan mampu menghasilkan dan mendorong ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kemampuan ketahanan pangan Kota Manado.
“Manado memang kota dan bukan daerah pertanian, namun saya lihat kita masih memiliki lahan lahan yang bisa dijadikan lahan pertanian dan perkebunan. Kebutuhan keluarga pasti bisa terbantu jika memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan yang produktif,” jelas mantan Sekkot Manado ini, sembari menyebutkan produk produk perkebunan yang memiliki waktu tanam sangat singkat namun mampu menghasilkan keuntungan seperti jagung, tanama pangan lainnya serta hidroponik yang kini makin digemari.
Selain itu, mantan birokrat terbaik Sulut ini, menuturkan tentang masa kecil hingga masa sekolahnya yang semuanya dibiayai oleh hasil pertanian dan perkebunan milik keluarganya di Minahasa. “Saya sekolah adalah hasil perkebunan dan pertanian dari keluarga saya. Jadi saya tahu bagaimana dan manfaat dari ba Kobong,” ungkap Lumentut sambil tertawa.
Pada lauching yang dihadiri juga oleh Wakil Walikota Manado Mor Bastiaan, Ketua TP PKK Manado, Julyeta PA Lumentut, Sekretaris Kota Manado Micler Lakat, dan jajaran camat se Manado di Kelurahan Buha Kecamatan Mapanget pagi tadi, Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Manado M Sofyan juga melaporkan produksi pertanian dan perkebunan di Manado yang kini menjadi daerah sentra penanaman jagung selain kabupaten Minahasa dan Minut. (marsel)





