Masa pandemi, dan gaya hidup yang makin ingin dibuat simpel membuat sebagian besar warga dunia memilih yang serba instan, tidak terkecuali makanan dan minuman yang dimakan, padahal jika tidak dijaga maka gaya ini bisa membuat rugi tubuh dengan meningkatnya resiko kanker.
Ini diingatkan oleh Robert Thomas, guru besar di Inggris pada Dailymail. Menurut ahli gizi ini, terungkap dalam studi Epic (European Prospective Investigation into Cancer), melaporkan hasil penelitian mereka bahwa orang yang kekurangan vitamin A, C, dan E memiliki peningkatan risiko kanker payudara, ovarium, dan kanker lainnya. Oleh sebab itu, Thomas meminta agar warga waspada dan beralih pada makana sehat langsung yang didapat dari alam dan menghindari fastfood. Dia menyebut bahwa mengambil vitamin langsung dari alam melalui buah buahan dan sayuran akan membantu kita terhindari dari kanker dan menguatkan daya tahan tubuh terutama di pandemi ini. seperti Vamin A bisa didapat lansung dari berbagai makanan dengan sumber hewani, seperti kuning telur, produk susu, dan minyak ikan. Sementara itu, buah-buahan dan sayuran mengandung karoten, yang oleh tubuh kemudian diubah menjadi vitamin A, Beta-karoten dan alfa-karoten adalah dua sumber penting karoten yang kemudian diubah menjadi vitamin A. Sumber-sumber karoten adalah aprikot, brokoli, wortel, daun-daunan hijau, berbagai jenis jeruk, dan ubi. Sementara Vitamin B didapat di buah pisang, melon dan apel sementara Vitamin C kita temukan dalam sayuran dan buah seperti jeruk, nanas, pepaya, kiwi dan stroberi. (





