Liputan Khusus
MANADO, 18 NOVEMBER 2021 – Politeknik Negeri Manado, memiliki beragam fasilitas terbaik untuk pengembangan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang siap pakai dan handal dalam pekerjaan.
Selain fasilitas, salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia yang ada di Manado ini, didukung dengan tenaga pengajar yang handal. Inilah, yang diungkapkan oleh Direktur Politeknik Negeri Manado, Dra Mareyke Alelo MBA saat menemui Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia atau BP2MI, Benny Rhamdani pada Rabu (17/10) kemarin.
Menurut, Mareyke pada MANADONES melalui pesan singkatnya bahwa dirinya menjadi wakil dari Politeknik Negeri Manado, untuk menjajal kerjasama dengan badan nasional yang kini dipimpin oleh mantan Anggota DPRD Sulut melalui penandatanganan, Momerandum of Understanding (MoU).
“Karena kami, Politeknik Negeri Manado memiliki sarana dan fasilitas pelatihan yang bisa digunakan oleh para calon pekerja migran, sebelum mereka dikirim menjadi pekerja di luar negeri. Dan semua ini tidak dipungut biaya, termasuk pelatihan bahasa asing,” kata Mareyke .
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keramahan ini, Mareyke juga mengungkapkan pada Kepala Badan BP2MI bahwa Politeknik Negeri Manado juga aktif mengrimkan pekerja migran Indonesia (PMI), serta berharap Kepala BP2MI dapat meluangkan waktu untuk mengisi kuliah umum di Politeknik Manado.

“Selain itu, Kepala BP2MI adalah salah satu figure nasional asal Sulut yang inspiratif bagi kaum muda terutama pada mahasiswa kami,” ujarnya didampingi Ketua Senat Politeknik Negeri Manado, Rudy Mait.
Dan usaha Direktur Politeknik Negeri Manado ini, langsung mendapat tanggapan positif dari Kepala BP2MI, yang berjanji akan segera menindaklanjuti kerja sama tersebut.
“Tentu saya berterima kasih atas kunjungan Direktur Politeknik Negeri Manado, dan saya menyambut dengan senang hati untuk dilaksanakannya kerja sama antara BP2MI dan Politeknik Negeri Manado. Memang BP2MI sedang melakukan ekspansi ke kampus-kampus, Lembaga dan basis-basis masyarakat. Ayo, kita sama-sama Sikat Sindikat penempatan ilegal PMI,” tutur Benny yang didampingi Koordinator Pelindungan Kawasan Timur Tengah I Ertim BP2MI, Ronny Pancratius Anis SE MSi. (gracey wakary)





