MANADO, 13 DESEMBER 2025 – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pagi kemarin (12/12), resmi menghadirkan Kios TPID di Pasar Bersehati.
Kios yang diresmikan langsung oleh Gubernur Yulius Selvanus ini, adalah langkah strategis ini diambil sebagai upaya konkret menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru. Dihadapan Gubernur Selvanus, Wakil Ketua Harian TPID Sulut yang merupakan Deputi Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sulut Renold Asri menjelaskan inisiatif hadirkan Kios TPID ini, merupakan wujud sinergi lintas instansi. “Tujuannya adalah memastikan harga pangan tetap berada dalam rentang sasaran inflasi guna mendukung kesejahteraan masyarakat,” tutur Asri saat membacakan sambutan.
Dalam laporannya, disebutkan bahwa meskipun Provinsi Sulawesi Utara mencatat deflasi sebesar 0,41% (mtm) pada November 2025 akibat melimpahnya pasokan panen, tingkat volatilitas harga di daerah ini masih tergolong tinggi. “”Jika ditarik data yang lebih panjang, pergerakan harga bulanan di Sulut relatif bergejolak dengan tingkat volatilitas naik turun sebesar 0,81 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan volatilitas inflasi bulanan nasional yang berada di angka 0,50 persen,” ungkapnya dalam sambutan peluncuran tersebut.
Komoditas pangan strategis yang kerap menjadi penyumbang utama inflasi maupun deflasi (top 5 volatile foods) di Sulut antara lain kelompok “Barito” (Bawang, Rica/Cabai, Tomat), beras, dan daging babi. Khusus cabai rawit dan tomat, kedua komoditas ini konsisten muncul setiap bulan sebagai penentu fluktuasi harga. “Menjelang Nataru, tingginya permintaan terhadap komoditas tersebut berpotensi mengerek kenaikan harga. Oleh karena itu, Kios TPID hadir sebagai sarana intervensi harga pangan strategis,” tambahnya.
Pemilihan Pasar Bersehati sebagai lokasi Kios TPID didasarkan pada strategi penguatan Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah agar memenuhi prinsip “3 Tepat”, yakni Tepat Lokasi (sesuai lokasi pasar PIHPS), Tepat Sasaran, dan Tepat Waktu. Rencananya, kios ini akan beroperasi setiap hari Senin hingga Sabtu dengan melibatkan kolaborasi pasokan dari berbagai pihak seperti Bulog yang akan menyediakan beras medium (sesuai HET), beras premium, minyak goreng, dan gula. Kemudian Dinas Ketahanan Pangan Sulut menyediakan telur, bawang merah, dan bawang putih. Dan Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, yang menyediakan aneka produk hortikultura.
Sebagai bentuk pengawasan ketat, operasional Kios TPID akan dipantau langsung oleh Satgas Pangan Polda Sulut bersama Bank Indonesia, Kodam XIII/Merdeka, Kejati Sulut, Korem 131/Santiago, serta Inspektorat Daerah. Gubernur Selvanus sendiri mengajak semua pihak termasuk para pedangan komoditas pangan, bisa sama sama mendukung ini, demi ketercukupan pasokan menjelang HKBN yang tinggal menghitung hari. (gracey)




