Para Lelle jadi Unggulan di Ajang Prestisus Anugerah Desa Wisata Tahun 2022 Kemenperaf

TAHUNA, 13 APRIL 2022 – Terletak di ujung Sulawesi utara dan hampir masuk di kawasan ujung terluar Indonesia, Kampung Para Lelle, Kecamatan Tatoareng ternyata menyimpan pesona alam yang unik dan menarik.

 

Bacaan Lainnya

Salah satu destinasi wisata yang yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe ini, memiliki view cantik yang menggoda terutama kawasan pantai. Pantai Nitu dan Pantai Dua Sawang adalah dua dari delapan pantai dengan pemandangan yang indah dengan hijaunya pepohonan dan hamparan pasir putih. Keindahannyapun, semakin disempurnakan dengan pemandangan bawah lautnya serta keanekaragaman biota laut, yang akan membuat betah para wisatawan baik lokal maupun asing untuk menikmati kawasan kawasan tersebut untuk melakukan snorkling dan diving ataupun kegiatan alam lainnya.

 

Bupati Jabes Gaghana sebelum pandemi sempat melakukan ekspedisi di area bawah laut milik Para Lelle bersama Manadones.

Disamping itu desa ini juga menyimpan kekayaan wisata budaya yang dilestarikan dan ekonomi kreatif yang terus dikembangkan. Karena hal diatas, membuat Kampung Para Lelle menjadi salah satu unggulan untuk kategori Destinasi Wisata di Sangihe, yang berhak mengikuti Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Kemenperaf) yang dipimpin oleh Mas Menteri Milenial Sandiaga Salahuddin Uno, yaitu ajang  “Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2022”.

Baca juga  Dirut PKT Rahmad Pribadi Dinobatkan sebagai CEO Terbaik Anak Perusahaan BUMN

 

Sekretaris Daerah Sangihe Melanchton Harry Wolff, mengatakan, bahwa sector pariwisata merupakan kegiatan yang akan menggerakan ekonomi daerah, termasuk Sangihe. “Karena lewat kegiatan pariwisata akan membuka pasar yang seharusnya dilakukan dan disajikan oleh masyarakat itu sendiri, sehingga manfaat yang diterima adalah lebih banyak ke masyarakat,” ujar Wolf pada MANADONES.

Sekda juga mengatakan, bahwa destinasi wisata di wilayah Tatoareng, khususnya di pulau Para, menawarkan pesona keindahan alamnya, namun terus diupayakan untuk didukung dengan kesiapan masyarakatnya. “Sebab yang disadari, bahwa sebagian besar para pelaku wisata adalah mengarah ke aktivitas kebudayaan atau kultur yang selama ini mengakar di kehidupan masyarakatnya,” jelasnya.

 

Hal ini menurut Sekda, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagaian besar wisatawan karena mereka akan melihat peradaban kehidupan suatu wilayah tersebut, dengan demikian mereka akan tertarik untuk berlama-lama menikmati keindahan wisatanya. “Peluang inilah yang terus kita kembangkan. Dan nantinya diharapkan lewat kegiatan kepariwisataan, khususnya di Kampung Para Lelle, masyarakat bisa mendapatkan nilai tambah yang besar, mengembangkan ekonomi kreatifnya, terutama mereka bisa menyediakan rumah mereka untuk layanan tempat tinggal atau homestay yang dijamin hospitality-nya, sehingga wisatawan itu betul-betul nyaman, aman dalam melakukan aktivitas wisatanya,” ungkapnya.

Baca juga  Peringati Mayday para Buruh di Ibukota Sangihe Ikuti Baksos Bersihbersih

 

Bupati Jabes saat melakukan persiapan diving di bawah laut Para Lelle.

Dia menambahkan, untuk mendukung Kampung Wisata Unggulan Para Lelle dalam mengikuti Program “Anugerah Desa Wisata Indonesi Tahun 2022” maka Pemerintah Daerah terus melakukan pendampingan, melalui para stakeholder pariwisata. Rintisan dan strategi pengembangannya sudah mulai dilakukan sejak kini, mulai dari sinergitas ketika pemerintah Kampung Para Lelle beserta Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis, dan seluruh warga masyarakat untuk menjadikan Para Lelle sebagai desa wisata unggulan di Sangihe, walaupun disadari masih ada kendala yang dihadapi yaitu listrik dan jaringan internet.

 

Kendala ini tidak meyurutkan semangat mereka, sehingga strategi dan berbagai upaya dilakukan melalui Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata Daerah, bersama Pemerintah Kampung (Kapitalaung) menghubungi langsung Instansi terkait, PT PLN (Persero) Tahuna dan Dinas Kominfo terkait permasalahan yang dihadapi. Alhasil permohonan atas kendala yang dihadapi akan ditindaklanjut sesuai kebutuhan.

 

Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana, bersama tim MANADONES sebelum pandemi Covid –19 sempat melakukan ekspedisi bawah laut di kawasan perairan cantik ini serta kawasan gunung api bawah laut, Mahangetang. (Ryansengala)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *