MANADO, 22 APRIL 2022 – Jepang, dikenal sebagai negara yang sangat maju dengan segala hal yang berbau teknologi, namun negara ini juga menyimpang banyak hal yang sangat disayangkan.
Salah satunya, adalah tingkat keinginan untuk mengakhiri hidup mereka diusia produktif sangat tinggi, ini dikatakan oleh Direktur Politeknik Negeri Manado Dra Mareyke Alelo MBA, saat memberikan sambutannya, dalam Ibadah Paskah Keluarga Besar Polimdo siang tadi yang digelar di Gedung Prof Tenda Polimdo, Kairagi Manado.

Disebutkan juga oleh pimpinan nomor satu di Kampus Merdeka ini, bahwa dari konten salah satu influencer internasional Logan Paul memperlihatkan jelas tempat yang menjadi area mereka mengakhiri hidup yaitu di Aokigohara yang ada di Kaki Gunung Fuji Jepang.
“Jika saja mereka adalah orang orang yang tahu bahwa mereka telah diselamatkan oleh Kristus, maka mereka tidak akan mengakhiri hidup mereka disana. Dan, disekeliling kita masih banyak yang merasa bahwa hidupnya tidak berarti, dan sebagai keluarga besar Polimdo terutama mahasiswa, mari jadilah terang dimanapun kalian berada, jadilah penyebar kasih Kristus,” kata Alelo

Dalam Perayaan Paskah yang diikuti oleh sekira 500 orang ini, juga menghadirkan Pendeta Melky Tamaka Sth yang membawakan isi dari kitab Yohanes 3:16, Kematian-Nya Menyelamatku.
“Ingatlah selalu, bahwa kita diselamatkan oleh Kristus melalui jalan panjang dan derita yang dilaluiNya. Jadi tetaplah berdiri dalam Kristus dimanapun kita berada,” jelas Tamaka, sembari mengambil perumpaan tentang terujinya para petinju, yang demi keluarga.
Sementara itu, Koordinator Humas Polimdo Stevie Kaligis SE MM Ak CA menjelaskan, bahwa kegiatan Paskah ini digelar dengan tetap berpegang pada protokol kesehatan Covid –19 plus yang hadir adalah mahasiswa dan staf yang telah menerima minimal dua kali vaksinasi. (graceywakary)





