MANADO, 18 MEI 2022 – Sebanyak 1.276 warga Sulut, telah dilatih menjadi tenaga sensus oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, sejak beberapa waktu lalu.
Dimana, mereka menjadi petugas utama yang akan melakukan sensus di rumah rumah penduduk, dalam program nasional Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, atau yang dikenal dengan sebutan SP2020 Lanjutan, mulai 15 Mei lalu hingga 30 Juni mendatang.
Uniknya, pekerjaan mereka dalam pendataan yang dibutuhkan lembaga lembaga negara ini, kadang mendapat tanggapan miring, dan dipertanyakan.
“Ada petugas kami yang mendapati rumah terbuka tetapi yang keluar adalah hewan peliharaannya, ini tentu saja mengejutkan para petugas kami. Walau tidak ada kekerasan, tapi rasa takut pasti ada. Ada juga, rumah yang kami datangi, sudah dibuka, tetapi peghuni rumahnya mengaku tidak memiliki waktu banyak, untuk memberikan data. Tetapi ada, juga penghuni rumah yang memang mau untuk memberikan waktu dan memberikan data yang akurat,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Asim Saputra didampingi Kepala Bagian Umum BPS Sulut, Dadan Sudarmadi, dalam Ngopi Cantik antara BPS Sulut dan media.
Padahal para petugas, sebut Asim membawa surat tugas, rapi, dan menggunakan rompi sebagai petugas sensus untuk SP2020 Lanjutan, serta telah memiliki kartu vaksin lengkap dan booster.
Walau begitu, hal hal minus ini, tidak membuat petugas sensus BPS Sulut, patah semangat. Pasalnya, Asim menjelaskan SP2020 Lanjutan ini amat ditunggu dan dibutuhkan oleh pemerintah, dalam mendata kebutuhan kebutuhan utama yang akan dicantumkan dalam program perencanaan pembangunan kedepannya.
“Data ini bisa disebut sebagai data yang dibutuhkan negara untuk memberikan dana atau program pembagunan ke daerah sekelas provinsi dan kabupaten kota,” tambah Dadan. Untuk itu, BPS Sulut berharap warga bisa ikut ambil bagian dengan memberikan data dan waktu dalam kegiatan yang akan berlangsung hingga 30 Juni mendatang. (graceywakary)





