Bangun Keamanan Siber Nasional Co Founder VIDA Ikut Rumuskan Standard SDM Kriptografi

JAKARTA, 4 NOVEMBER 2022 – Program dan inisiatif pemerintah,  untuk keamanan siber ramai digencarkan seiring meningkatnya risiko ancaman peretasan data pribadi.

 

Sebelumnya, Badan dan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah meluncurkan Peta Okupasi Nasional Keamanan Siber pada 2020. Baru-baru ini, BSSN menyiapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sebagai standar kompetensi bagi tenaga kerja pada area fungsi keamanan siber, yakni kriptografi.

 

Melihat peran SDM keamanan siber dalam mendorong ekonomi siber, VIDA perusahaan penyedia identitas digital di Indonesia, turut berpartisipasi sebagai tim perumus dalam rancangan SKKNI bidang kriptografi tersebut.

 

Co-Founder VIDA Gajendran Kandasamy Masuk Dalam Tim Perumus Pra-Konvensi SKKNI Kriptografi. (VIDA)

Diwakili oleh salah satu pendiri perusahaan yakni Gajendran Kandasamy, VIDA berpartisipasi penuh sebagai tim perumus yang bertugas untuk menyusun rancangan dan mengkaji ulang SKKNI sesuai standar dan best practice terbaik industri secara global, yang juga telah diterapkan VIDA dalam operasionalnya sehari-hari sebagai Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE).

Baca juga  Polri Petakan Daerah Rawan Pemilu 2024

 

Chief Operating Officer (COO) & Co-Founder VIDA, Gajendran Kandasamy mengungkapkan harapan VIDA untuk mendorong kemajuan ekonomi digital Indonesia lewat keamanan siber. “Kami merasa terhormat, dapat ikut serta dalam standardisasi kriptografi nasional sebagai satu satunya perwakilan dari PSrE yang terlibat,” ungkap Kandasamy dalam siaran persnya pada MANADONES siang tadi.

 

Dia kemudian mengurai bahwa kriptografi merupakan metode untuk menyampaikan pesan secara tersembunyi dengan memanfaatkan teknik enkripsi. Metode ini, disebutnya sering digunakan untuk pembuatan password, kunci digital, tanda tangan digital, verifikasi data atau verifikasi identitas secara online, penjelajahan situs web di internet, serta melindungi komunikasi pribadi saat transaksi kartu kredit dan email.

 

Layanan tanda tangan digital dari VIDA menggunakan metode kriptografi asimetris dengan infrastruktur kunci publik (Public Key Infrastructure). “Teknologi VIDA seperti Public Key Infrastructure menerapkan standar teknologi kelas dunia yang disertifikasi dan diakui secara internasional. Kami berharap, standar industri secara global yang dirumuskan dalam SKKNI bidang kriptografi ini dapat bermanfaat sebagai acuan bagi industri di Indonesia dalam meningkatkan keamanan siber.” jelas Gajendran.

Baca juga  Brimob Polda Sulut Hadirkan Dapur Lapangan untuk Warga Terdampak Bencana di Molas

 

Lebih lanjut, Gajendran menambahkan, berdasarkan pengalaman VIDA selama ini dalam hadirkan identitas digital yang cepat, nyaman maupun aman, peran penguasaan teknik kriptografi sangatlah besar dalam mengurangi resiko identity fraud di Indonesia.

 

Seiring banyaknya masyarakat yang terkoneksi internet, jaminan keamanan data semakin jadi krusial pada kehidupan masyarakat. Menurut Survei APJII, saat ini terdapat 210.026.769 penduduk yang sudah terkoneksi internet dari total populasi 272.682.600 penduduk Indonesia dengan peningkatan persentase penetrasi internet mencapai 77,2% pada 2021-20221.

 

Layanan VIDA, diharapkan dapat menjadi solusi dalam proses penandatanganan dokumen digital maupun verifikasi data pengguna yang lebih efisien dengan integritas data yang terjamin. (graceywakary)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *