BNPB: Peningkatan Bencana Terjadi di Penghujung Musim Hujan 2023

Tangkapan layar - Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing diikuti di Jakarta, Senin (10/10/2022) (Antara/Devi Nindy)

Bacaan Lainnya

 

 

 

JAKARTA, 6 MARET 2023 (ANTARA) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya peningkatan kejadian bencana di Indonesia pada penghujung musim hujan 2023.

 

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam Disaster Briefing diikuti di Jakarta, Senin, melaporkan 60 kejadian bencana di periode 27 Februari-5 Maret 2023. “Mungkin kita sudah penghujung musim hujan. Tapi, ada beberapa fenomena tidak hanya di wilayah Indonesia, pengumpulan atau konvergensi curah hujan yang membuat ada intensitas hujan ekstrem di beberapa tempat,” kata Abdul. Kejadian paling banyak masih didominasi bencana hidrometeorologi basah, dengan banjir 30 kali kejadian, cuaca ekstrem 22 kali kejadian, dan tanah longsor 8 kali kejadian.

Baca juga  McLaren Terkejut dengan Performa Red Bull di GP Emilia Romagna

 

Pergeseran curah hujan dari wilayah Jawa, naik ke wilayah Indonesia bagian utara, yakni Sumatera bagian tengah ke Utara, Kalimantan, dan Sulawesi mengakibatkan potensi bencana hidrometeorologi basah pada awal Maret. Dilaporkan pada Minggu (5/3) lima orang meninggal dunia. Namun, pada Senin (6/3) BNPB mendapatkan laporan dari Natuna, Kepulauan Riau, terdapat longsor yang sangat masif, yang menyebabkan hingga saat ini ditemukan 10 korban meninggal. Diperkirakan masih terdapat puluhan korban meninggal tertimbun longsor. “Ini informasinya kampung satu, kampung yang terkena longsor. Masih kita pastikan, karena akses cukup sulit, masih cuaca ekstrem, curah hujan masih tinggi,” kata Abdul.

 

Gelombang laut masih cukup tinggi, sehingga koordinasi terus dilakukan untuk pencarian korban di Kecamatan Serasa, Natuna. Selain itu, beberapa lokasi yang masih tergolong basah pada awal Maret 203, seperti di Pulau Jawa, yakni Tegal, Wonogiri, Sragen, Rembang, Gresik. Kemudian, Pulau Kalimantan di Bengkayang, Kupang (NTT). “Ada beberapa kondisi kondisi regional yang menyebabkan Pantura Jawa, sebagian besar Kalimantan, dan khususnya di Kepulauan Riau itu cukup tinggi intensitasnya,” kata dia.

Baca juga  Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada Tim Kuasa Hukum Paslon 02

Oleh : Devi Nindy Sari Ramadhan

Editor : Endang Sukarelawati

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *