90 Peserta Dik Sespimti Polri Wajib Berintegritas, Beretika dan Bermoral

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof DR Gatot Eddy Pramono Msi, saat memimpin upacara pembukaan pagi tadi di Lembang.

LEMBANG, 15 MARET 2023 – Para perwira, yang menjadi abdi negara dan calon pemimpin di lembanga keamanan dan pertahanan negara, tidak hanya bermodalkan tangguh, cerdas, adaptif dan modern, tapi juga harus berintegritas, beretika dan bermoral.

 

Bacaan Lainnya

Ini, disampaikan secara tegas oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof DR Gatot Eddy Pramono Msi, saat memimpin upacara pembukaan Sekolah Staf dan Pimpinan Tingkat Tinggi (Sespimti) Dokreg 32, Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Dikreg 63, dan Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) Dikreg 69 Tahun 2023, pagi tadi.

 

“Tujuan pendidikan di sini adalah melahirkan perwira-perwira untuk menjadi pemimpin yang handal, yang mampu beradaptasi menghadapi setiap perubahan yang terjadi. Kita ingin melahirkan pemimpin yang nantinya tangguh, modern, cerdas, adaptif, tapi juga pemimpin yang memiliki moral, etika dan integritas,” tuturnya.

Baca juga  Wapres Minta Polri Dalami Indikasi Dana Politik Jaringan Narkotika

 

Pati bintang tiga ini kemudian memaparkan, para peserta didik akan diajarkan mulai dari menghadapi situasi yang paling ringan sampai dengan situasi yang paling kompleks serta bagaimana cara mengatasinya. Ilmu yang didapat, diharapkan dapat diimplementasikan setelah lulus pendidikan. Komjen Gatot, juga menyinggung soal persiapan pengamanan rangkaian Pemilihan Umum (Pemilu). “Diharapkan setiap tahapan Pemilu sampai puncaknya nanti, yaitu pencoblosan bahkan mungkin sampai pelantikan nanti presiden dan wakil presiden, itu semuanya bisa berjalan dengan aman,” ujarnya.

 

Dia kemudian menjelaskan, setiap tahapan Pemilu pasti ada potensi-potensi kerawanan. Untuk itu, tuturnya, Polri bersama TNI, termasuk kementerian lembaga terkait, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat berupaya meminimalisir potensi tersebut agar tidak berkembang menjadi gangguan Kamtibmas yang lebih besar. “Nanti mulai bulan Oktober kita sudah menyiapkan yang namanya Operasi Mantap Brata di seluruh Indonesia, terpusat operasinya. Tentu dalam rangka kegiatan pengamanan pemilihan calon presiden dan wakil presiden,” sebut Wakapolri. Ditambahkan Komjen Gatot, berbeda dalam pilihan dalam memilih calon, adalah hal yang biasa. Yang pasti suasana yang kondusif harus terus dijaga. “Jangan karena berbeda pilihan kita bercakar-cakaran, yang berdampak kepada bangsa ini. Jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. NKRI harga mati,” pungkasnya.

Baca juga  Kapolri Ingatkan Akselerasi dan Pastikan Bansos Tepat Sasaran

 

Seperti dikutip MANADONES dalam siaran pers Polri melalui Humas Polda Sulut. Wakapolri berpesan kepada peserta atau siswa program pendidikan, untuk dapat mengikuti seluruh proses belajar dan kegiatan lainnya dengan baik. Kegiatan ini selain diikuti oleh personel Polri, ada pula personel TNI AD, TNI AL dan TNI AU, juga Kejaksaan dan Kementerian Hukum dan HAM. Serta ada peserta dari luar negeri yaitu dari Singapura, Kongo dan Timor Leste. Para peserta Sespimti dan Sespimen Polri akan menjalankan pendidikan selama 7 bulan dan Sespimen Polri. Sedangkan untuk Sespimma Polri akan dibagi 2 angkatan masing-masing 4 bulan.

 

Sekedar informasi, untuk peserta didik Sespimti angkatan 32 tahun 2023 berjumlah 90 orang. Terdiri dari Polri 73 Kombes, TNI 15 Kolonel, Kejaksaan 1 orang dan Kemenkumham 1 orang. (graceywakary)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *