MANADO, 17 MEI 2023 – Dalam rangka Kampus Mengajar dan Bina Desa, maka Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menerjunkan para mahasiswa dan dosen untuk turun memberikan bantuan pendidikan pada sekolah dan desa di Sulawesi utara(Sulut).
Untuk kegiatan ini, dilaksanakan langsung oleh jurusan akuntansi Polimdo di Desa Desa Pinabetengan Selatan, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa pada 27 Maret hingga April lalu. Ketua jurusan Akuntansi Ivoletty Walukow SE MSi menjelaskan bahwa kegiatan ini, dilaksanakan oleh lima orang mahasiswa jurusan akuntansi program studi akuntansi keuangan yaitu Jeremy Saroinsong, Yosua Wenas, Anastasya Kawangung, Cristo Yudi Paendong dan Verselino C. Kokali. “Antusiasme mahasiswa dalam kegiatan ini sangat tinggi sekali. Malah, menurut salah satu mahasiswa mengatakan bahwa kegiatan pembelajaran dan pengajaran di satuan pendidikan dasar dari program MBKM ini, kami mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas diluar kampus,” terangnya.
Sementara, sekretaris jurusan Akuntansi Polimdo Jerry Lintong SE MPd, kegiatan yang sudah dilakukan oleh Jurusan Akuntansi ini, bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. “Program ini juga bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di kampus,” jelasnya. Dia juga menguraikan, bahwa KKN Tematik Kampus Mengajar di SDN Inpres Pinabetengan dilaksanakan selama dua minggu, dan melibatkan mahasiswa dalam beberapa tahapan kegiatan seperti observasi desa teritorial, survei, dan kegiatan pembelajaran dan pembelajaran yang inovatif dan kreatif. “Dalam pelaksanaannya, mahasiswa juga diberikan kebebasan untuk menerapkan semua potensi yang dipunya sehingga bukan hanya membantu mengajar saja,” tambahnya.
Seperti diketahui melalui program kampus mengajar ini pada pelepasan kampus mengajar angkatan ke 5 seperti dikutip dari laman Direktorat Sekolah Dasar, Menteri Nadiem memberi apresiasi kepada peserta program Kampus Mengajar yang tidak ragu untuk keluar dari kampusnya, lalu pergi ke sekolah-sekolah di berbagai daerah dan desa untuk membantu para guru serta para peserta didik membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan dan memerdekakan.(gracey wakary)





