TAHUNA, 6 JUNI 2023 – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sangihe, hingga kini merugi ratusan juta, akibat molornya pembayaran dari para pelanggannya.
Dan sebagian besar penunggal adalah kantor pemerintahan yang ada di Pemkab Sangihe dan rumah dinas yang ditinggali para pejabat utama. Ini ungkapkan oleh Direktur PDAM Sangihe, Teguh Salainti pada MANADONES. menurut Teguh, tercatat perkantoran yang ada di Kantor Bupati Kepulauan Sangihe yang paling sering menunggak pembayaran. “Tunggakan kantor yang ada di Pemkab Sangihe sudah bertumpuk hingga beberapa tahun dengan jumlah yang bervariasi mulai dari Rp1 jutaan hingga Rp5 juta lebih,” ungkap Teguh, sambil menyebut jika ditotal maka akan berjumlah ratusan juta rupiah.
Sementara itu langkah taktis yang dilakukan guna menekan tingginya tunggakan tersebut, saat ini PDAM mulai menyurat kemasing-masing kantor dinas dan badan agar segera melunasinya. “Kami sudah menyurat ke beberapa kantor dinas/badan agar segera melunasi tunggakan air mereka, sebab kalau tidak kondisi keuangan PDAM akan semakin parah, sampai-sampai untuk biayai BBM mobil operasional dan BBM mobil tangki saja sangat sulit, termasuk untuk pembayaran gaji karyawan bakal tersendat,” kata mantan staf ahli Fraksi PDIP DPRD Sangihe ini.
Selain tidak kooperatif melakukan pembayaran ke PDAM, banyak pula yang penggunaan airnya berlebihan. “Saya sempat menemukan ada beberapa kantor yang kran airnya tidak pernah ditutup, dan ketika saya menutup, ternyata kranya sudah rusak. Nah, hal seperti ini yang akan membuat rekening air membengkak. Sudah menunggak juga boros menggunakan air,” sebutnya.
Ini berbanding terbalik dengan kantor DPRD Sangihe, Rumah Sakit Liunkendage Tahuna, Polres Sangihe, Lanal Tahuna dan Kodim Sangihe serta beberapa instansi vertikal yang justru tidak ada tunggakan atau paling rajin membayar rekening air. Dia pun berharap ini menjadi perhatian dari pejabat pemerintahan Sangihe. (Ryansengala)





