Direktur Polimdo Dorong Aparat Kepolisian Usut Tuntas Aksi Kekerasan pada Mahasiswanya

Direktur Polimdo Dra Mareyke Alelo saat memberikan keterangan pada pers siang tadi, dan mengecam aksi kekerasan pada mahasiswanya yang dilakukan oleh oknum alumni kampusnya.

MANADO, 8 AGUSTUS 2023 – Aksi penganiayaan, dan kekerasan yang dilakukan oleh para oknum alumni Politeknik Negeri Manado (Polimdo), hingga mengakibatkan Ramoy Rondonuwu, salah satu mahasiswa baru kampus Poli ini mengalami luka luka yang serius, mendapat tanggapan tegas dari Direktur Dra Mareyke Alelo MBA.

 

Bacaan Lainnya

Wanita tegas ini, meminta pada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan teliti, agar para oknum pelaku penganiayaan yang menyebabkan salah satu mahasiswa barunya hampir meregang nyawa, harus mendapatkan ganjaran tegas yang sesuai dengan perbuatannya. “Saya sangat mengecam aksi para oknum alumni tersebut. Apa yang dilakukannya harus diusut, bukan hanya dari aksi penganiayaan, tetapi juga dugaan aksi penyekapan yang bisa dikategorikan penculikan hingga kekerasan yang membuat tubuh dan mental mahasiwa kami terluka. Saya berharap aparat kepolisian juga jeli dalam menetapkan pasal pada pelaku tersebut,” tegas Direktur Polimdo dengan nada tegas.

Baca juga  Polimdo Gandeng ILO Hadirkan Panduan Kampus Inklusif dan Bebas TPKS

 

Dengan kata kata yang tertahan, Alelo mengajak semua civitas akademika Politeknik dan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), tidak diam dan membiarkan aksi kekerasan pada mahasiswa baru, ataupun kekerasan dalam lingkungan kampus, yang didasarkan atas nama senioritas terus terjadi dan makan korban kembali. “Ini adalah rasa kemanusiaan, kita tidak boleh mendiamkan aksi aksi kekerasan selalu berlanjut. Saya sangat berharap, para oknum pelaku kekerasan pada mahasiwa baru kami, dijerat hukuman maksimal,” tutur Alelo didampingi Koordinator Humas Polimdo, Stevie Kaligis SE MM Ak CA di ruang kerjanya.

 

Ditambahkan Kaligis, Polimdo telah memiliki prosedur ramah yang berlaku pada semua mahasiswa, termasuk pada penerimaan mahasiswa barunya. Panitia penerimaan mahasiswa baru di Polimdo, disebutnya dibentuk berdasarkan arahan dan komitmen Polimdo yang hadir sebagai kampus ramah dan memiliki SOP serta tim satgas untuk kekerasan pada mahasiwa dan staf, terutama pada perempuan. “Kami meniadakan aksi ploco senior pada junior, dan sejak beberapa tahun lalu, penerimaan mahasiswa baru di lingkungan Polimdo tidak melibatkan alumni ataupun senioritas kampus,” terangnya.

Baca juga  Ronaldi Djarang Raih Perunggu di Panjat Tebing Porseni XIII Banjarmasin

 

Seperti diketahui, pada akhir pekan kemarin, dunia pendidikan Sulut heboh dengan aksi dugaan penganiayan pada Ramoy, mahasiswa baru Polimdo, yang diduga dilakukan oknum oknum alumninya. Mahasiswa baru tersebut, sejak Kamis siang pekan lalu (3/4) hilang kontak, dan tidak ditemukan di rumah kos nya yang ada di area kampus Poli serta tidak mengikuti kegiatan kampus sebagai mahasiswa baru, Ramoy ditemukan keesokan harinya dalam keadaan mabuk parah dan tubuh penuh bekas sudutan rokok dan penganiayaan di rumah kos yang tidak jauh dari rumah kos korban. (graceywakary)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *