MANADO, 26 FEBRUARI 2026 – Sebagai institusi pendidikan, Politeknik Negeri Manado (Polimdo), terus memperkuat menerapkan standar internasional dalam perlindungan lingkungan akademik dan nonakademik, serta bebas dari Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau TPKS.
Dan, sejak menjalin kemitraan strategis dengan International Labour Organization (ILO) pada 2023, Polimdo juga telah memiliki panduan pencegahan kekerasan seksual dan inklusi sosial.
Dalam pemaparannya dihadapan media Kordinator media Polimdo Ivoleti Walukow, SE., M.Si., menjelaskan langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen kampus untuk menciptakan ekosistem belajar yang aman, nyaman, dan setara bagi seluruh civitas akademika. Fokus utama kerja sama ini adalah implementasi prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI).
Kehadiran panduan GEDSI memastikan bahwa akses pendidikan di Polimdo tidak hanya aman dari tindakan asusila, tetapi juga ramah terhadap penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya. “Kemitraan ini bertujuan menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, dan berstandar internasional, dan kami menjadi pionir,” jelasnya.
Ditambahkan, bahwa transformasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan perubahan budaya organisasi untuk memastikan tidak ada diskriminasi dalam bentuk apa pun di dalam area kampus Polimdo. (gracey)





