Diduga Merugikan NKRI Rp15 Miliar Kapal Berbendera Filipina Ditangkap KP Baladewa – 8002

– KP Baladewa – 8002 milik Baharkam Polri yang BKO di Polda Sulawesi utara (Sulut).

MANADO, 11 MARET 2024 – KP Baladewa – 8002 milik Baharkam Polri yang BKO di Polda Sulawesi utara (Sulut), berhasil mengamankan satu kapal ikan berbendera Filipina yang diduga melakukan aksi menangkap ikan di perairan Sulawesi belum lama ini.

 

Dalam konfrensi pers yang digelar di atas geladak KP Baladewa-8002, pagi tadi, Dirpolairud Polda Sulut, Kombes Pol Kukuh menjelaskan bahwa penangkapan kapal ikan berbendera Filipinan yang bernama Queen Davie ini ditangkap oleh KP. Baladewa-8002 pada hari Kamis, 7 Maret 2024 sekitar pukul 04.00 Wita, di wilayah Perairan Indonesia yaitu sekitar ± 4 NM dibawah garis batas wilayah Perairan ZEE (Laut Sulawesi), pada posisi 04°.40′.670″ LU – 124°.25′.960″ BT.

 

Dirpolairud Polda Sulut, Kombes Pol Kukuh didampingi Komandan KP Baladewa, AKBP Sukoco, Kaur Penum Subbid Penmas Kompol Selfie Torondek, Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Sulut AKBP Handoko Sanjaya dan Kepala Pangkalan PSDKP Bitung Kurniawan, pagi tadi.

“Jadi, kapal asal Filipina ini ditangkap karena diduga telah melakukan illegal fishing atau penangkapan ikan di laut Indonesia, tanpa ada dokumen perijinan penangkapan ikan,” ujar Prabowo, yang didampingi Komandan KP Baladewa, AKBP Sukoco, Kaur Penum Subbid Penmas Kompol Selfie Torondek, Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Sulut AKBP Handoko Sanjaya dan Kepala Pangkalan PSDKP Bitung Kurniawan.

Baca juga  Kapolres Sebut Operasi Zebra Samrat di Sangihe untuk Kamtibmas jelang Pemilu

 

Kemudian, setelah dilakukan pengecekan dan plotting posisi, ternyata kapal tersebut berada di wilayah Perairan Indonesia yaitu sekitar ± 4 NM dibawah garis batas wilayah Perairan ZEE, Laut Sulawesi,” lanjutnya. Polisi, jelas Prabowo sudah mengamankan nakhoda kapal yaitu pria asal Filipina berinisial RD (44), yang membawa 19 ABK, bersama sejumlah barang bukti, di Direktorat Polairud Polda Sulut. “Selain nakhoda kapal, polisi juga sudah mengamankan 1 unit kapal, 1 ekor ikan blue marlin, 5 kilo ikan campuran, 9 unit katinting, 4000 ikan air laut, cumi sejumlah ± 200 kg, 1 unit GPS, 6 unit radio dan 5 unit handphone,” ungkapnya.

 

Dia kemudian mengurai bahwa modus kapal ikan asing yang melaksanakan kegiatan illegal fishing di Perairan Laut Sulawesi, pada umumnya masuk ke Perairan Indonesia pada malam hari, kemudia keluar saat pagi berdasarkan informasi dari nelayan Indonesia untuk memberitahukan apabila ada patroli petugas Indonesia. Para pelanggar ini, dijerat Pasal 92 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. Dampak dari illegal fishing ini, negara dirugikan sebesar Rp15 miliar selama kapal berbendera Filipina tersebut beroperasi. Prabowo kemudian menambahkan, kapal ikan ini telah diserahkan ke PSDKP untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. (graceywakary)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *