Etika jadi Kunci Layanan bagi Pariwisata di Sulut Diungkap dalam FGD Polimdo

Penandatanganan dukungan dari Asita Sulut pada Polimdo, di Ruang Teater Polimdo.

MANADO, 7 JUNI 2024 – Keramahan, sopan dan memiliki senyum yang tulus, jadi salah satu bagian penting dari layanan dalam industry pariwisata saat ini selain aset pariwisata yang telah ada.

 

Bacaan Lainnya

Ini, dikatakan oleh Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sulawesi utara (Sulut), Moudy Paat saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Program Studi Master Terapan Pariwisata yang digelar oleh Politeknik Negeri Manado  (Polimdo), kemarin siang. Senada juga dikatakan oleh owner Manado Scuba (MS), Katiman Herlambang, yang menyebut setiap permintaan wisatawan atau tamu yang menggunakan operator selamnya yang ada di NDC Resort, tidak pernah ditolaknya. “Service terbaik, jangan katakan tidak pada tamu dan jangan merasa bos saat emmberikan layanan pada tamu yang membayar kita,” ungkap Katiman, yang telah 30 tahun menjalani usaha layanan selam secara professional.

Baca juga  Polimdo Perkuat Struktur Magang Dosen dan Mahasiswa melalui FGD Bersama PPNS -- Pelaku Pariwisata Sulut

 

Hal ini langsung medapat tanggapan senyum dari Direktur Polimdo, Dra Mareyke Alelo MBA yang setuju dengan pendapat Paat dan Katiman. “Kami pun disini berharap, dengan kerja sama ini, maka bisa mendorong para mahasiswa kami untuk magang di unit usaha bapak dan ibu sekalian,” jelas didampingi Wadir  Polimdo Selvy Kalele SE MSi dan Kepala Jurusan Pariwisata Polimdo  Dr Bernadain D Polii MPd serta para dosen Polimdo lainnya. Disini, Alelo juga mengungkapan tentang segera dibukanya program Magister Terapan Pengembangan dan Perencanaan Pariwisata di Polimdo, dan berharap adanya dukungan para pelaku industry pariwisata di Sulu. “Prodi Magister Terapan ini, akan mampu menyediakan SDM yang memiliki kompetensi dalam hal menyusun strategi perencanaan dan pengembangan pariwisata dalam konteks destinasi pariwisata, bisnis hospitality, bisnis perjalanan serta MICE dan iven yang kami butuhkan. Dengan adanya prodi ini, diharapkan mampu mendorong lahirnya pemimpin industri pariwisata dan institusi pariwisata,” jelasnya lagi.

Baca juga  Kadispar Sulut Ajak Masyarakat Sangihe Ikut Sosialisasikan Pesona Wisatanya

 

FGD ini, juga dirangkaikan dengan penandang tangan dukungan dari 41 pelaku industri pariwisata di Sulut, peresmian F&B Teaching Factory (TEFA), dan Laboraturium Housekeeping Jurusan Pariwisata Polimdo. (graceywakary)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *