BBAT Tatelu Tampilkan 5 Jenis Ikan Air Tawar Unggulan di Asian Pacific Aquaculture 2024

Koordinator Kepala BBAT Tatelu, Dr Christian Maikel Eman SIK MSi bersama tim di Both BBAT Tatelu yang ada di APA 2024, di Surabaya.

MANADO, 3 JULI 2024 – Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Tatelu di Kementerian Kalautan dan Perikanan (KKP) RI, menghadirkan lima jenis ikan air tawar unggulan bersama benihnya di ajang pameran perikanan budidaya terbesar di dunia, Asian Pacific Aquaculture (APA) 2024, yang digelar di Surabaya, Jawa timur sejak kemarin.

 

Kelima jenis ikan air tawar yang telah dibudidaya, melalui teknologi kekinian oleh BBAT Tatelu ini adalah, tawes 5 ekor Indukan 200-300 gr, benih gurami bersama 50 ekor gurami mandiangin, gabus haruan benih 1000 ekor beserta induk 5 pasang, ikan papuyu benih 1000 ekor dengan induk 10 pasang, kemudian ikan kelabau benih 500 ekor serta calin 10 ekor, dan ikan belida benih 50 ekor beserta calin 10 ekor. “Ini adalah jenis unggulan yang telah dibudidayakan oleh para perikanan, dan kami bangga bisa menjadi bagian dari ajang internasional terbesar ini,” tutur Eman didampingi salah satu penyuluh BPBAT Tatelu, Lodewijk Wakkary, sore tadi pada MANADONES.

Baca juga  Pengamat Nilai Indonesia akan Berat Tembus Olimpiade jika Hubner Absen

 

Ajang Asian Pacific Aquaculture (APA) 2024 di Surabaya, diikuti oleh perwakilan 26 negara, di antaranya Amerika Serikat (AS), Australia, Belgia, Belanda, Spanyol, Inggris, Prancis, Mesir, Korea, Jepang, Indonesia, serta negara-negara di Asia. “Semua akan kumpul di sini, mulai dari calon investor, pembeli produk akuakultur, peneliti, akademisi, dan pelaku bisnis di bidang perikanan budi daya dari dalam dan luar negeri,” ujar Dirjen Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu dalam keterangan resmi KKP, seperti dikutip MANADONES.

 

Dia juga menerangkan rangkaian kegiatan ini selain pameran didalamnya ada seminar yang mengupas hampir 400 judul karya ilmiah tentang perikanan budi daya yang dihasilkan oleh akademisi, lembaga pemerintah, hingga lembaga riset dari dalam dan luar negeri dan seminar yang akan diikuti lebih dari 1.000 peserta. Sedangkan untuk pameran, hadir 230 booth yang akan menampilkan berbagai teknologi perikanan budi daya dari dalam dan luar negeri, termasuk BBAT Tatelu. Haeru berharap, gelaran APA 2024 akan mendorong percepatan modernisasi kegiatan budidaya perikanan di Indonesia. “Budi daya perikanan berkelanjutan itu masa depan sektor perikanan. Peluang usaha di sini pun sangat besar, untuk itu kegiatan ini sangat penting dalam upaya menumbuhkan industri perikanan budidaya modern di dalam negeri,” pungkasnya. (graceywakary)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *