PM Prancis akan Tangani Administrasi hingga Pemerintah Baru Terbentuk

Arsip Foto - Perdana Menteri Prancis Gabriel Attal di Istana Elysee di Paris, Prancis, Selasa (7/7/2020). ANTARA/Xinhua/Aurelien Morissard/am.

 

 

Bacaan Lainnya

 

 

 

ANKARA, 17 JULI 2024 (ANTARA) – Perdana Menteri Prancis Gabriel Attal dikabarkan akan terus menjalani administrasi pemerintahan usai pengunduran dirinya diterima oleh Presiden Emmanuel Macron.

 

Macron pada Rabu telah menerima pengunduran diri Attal menyusul kekalahan Partai Sayap Tengah pada pemilu legislatif (pileg) putaran kedua. “Perdana Menteri Gabriel Attal menyampaikan pengunduran diri pemerintahnya kepada Presiden Emmanuel Macron yang menerimanya hari ini,” kata pemerintah Prancis di media sosial X. Attal akan terus menangani urusan pemerintahan saat ini hingga pemerintahan baru terbentuk. Dia mengajukan pengunduran dirinya pada 8 Juli, setelah pemilu putaran kedua. Namun, Macron memintanya untuk terus menjalankan posisinya untuk saat ini guna menjamin stabilitas negara, kata sumber di Istana Elysee kepada lembaga penyiaran BFMTV.

Baca juga  Rupiah Selasa Menanjak 30 Poin Menjadi Rp15.536 per Dolar AS

 

Aliansi sayap kiri New Popular Front (NFP) yang diperkirakan memperoleh kursi terbanyak di Majelis Nasional yang merupakan majelis rendah pada Parlemen Prancis, mulai mencari kandidat untuk diusulkan sebagai perdana menteri. Kerja keras tersebut menyebabkan perbedaan pendapat, bahkan perpecahan di dalam NFP, yang sedang mencari nama yang kuat untuk diberikan kepada Macron. Partai politik mengkritik keras Macron karena menolak pengunduran diri Attal, menunda proses, dan menyebabkan ketidakstabilan di negara tersebut. NFP dapat memenangkan lebih dari 180 kursi. Sedangkan aliansi tengah, Together for the Republic yang didukung oleh Macron, menempati posisi kedua dengan lebih dari 160 kursi. Lalu, National Rally (RN) yang dipimpin Marine Le Pen memperoleh lebih dari 140 kursi.

Baca juga  Harga Emas 4 Maret Melonjak Rp25.000 Menjadi Rp1,704 Juta per Gram

 

Majelis Nasional memiliki 577 kursi dan tidak satu pun dari tiga aliansi utama diperkirakan akan memenangkan mayoritas absolut dari 289 anggota parlemen. Putaran pertama diadakan pada tanggal 30 Juni dan 76 kandidat terpilih tanpa putaran kedua. RN memperoleh 29,26 persen suara saja (37 kursi), angka yang meningkat menjadi lebih dari 33 persen jika digabungkan dengan sekutunya. NFP mendapat 28,06 persen (32 kursi), diikuti oleh Together for the Republic dengan sedikit di atas 20,04 persen (dua kursi). Macron membubarkan parlemen dan mengumumkan pemilihan awal setelah RN memenangkan lebih dari 31 persen suara dalam pemilihan Parlemen Eropa pada tanggal 9 Juni, mengalahkan blok tengahnya.

Sumber : Anadolu

Pewarta : Kuntum Khaira Riswan

Editor : Bayu Prasetyo

Yuk! baca berita menarik lainnya dari Manadones di saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *