MANADO, 14 NOVEMBER 2024 – Modus penipuan yang menggunakan nama investasi yang diakses secara digital kini makin marak, dan diindikasi oleh Kantor Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi utara, Gorontalo dan Maluku utara (Sulutgmalut) ada enam yang telah beroperasi di Sulut dan Malut.
Ini diuraikan langsung oleh Kepala Kantor OJK Sulutgomalut, Robert HP Sianipar dalam sambutannya di pembukaan “Rapat Koordinasi dan Deklarasi Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) untuk Sulawesi Utara dan Maluku Utara Tahun 2024”, di Luwansa Hotel Manado, pagi tadi. Keenam modus penipuan yang menggunakan nama investasi yang diakses secara digital, pertama adalah Smart Wallet, dengan modus melakukan kegiatan penghimpunan dana berkedok robot trading/expert advisor dengan sistem multi-level marketing dan tidak memiliki perizinan beroperasi di Indonesia. Kedua, FX Family, melalui kegiatan perdagangan investasi forex berjenjang/skema piramida dengan memberikan janji keuntungan di luar kewajaran. Ketiga, PT Karapoto Finance Teknologi yang beroperasi di Ternate, melalui penawaran investasi untuk mengumpulkan dana nasabah dengan menjanjikan bunga tinggi.
Keempat, Bartle Bogle Hegarty (BBH) Indonesia, dengan modus menawarkan pekerjaan paruh waktu dengan cara pengunduhan aplikasi yang telah disediakan dan sistem deposit, menerapkan sistem member-get-member serta menjanjikan bonus secara berjenjang. Kelima, kegiatan perdagangan berjangka atau forex tanpa izin lainnya seperti Mentrader, Smart Trader, IBF, GK Invest dan Bintang Trader. Dia kemudian melanjutkan, yang keenam adalah Pinjaman online (pinjol) yang berlokasi di Manado, mengendalikan aplikasi pinjol bernama PinjamanNow, AkuKaya, KamiKaya dan Easy Go yang tak memiliki izin dari OJK. “Jadi waspadai penipuan ini, mereka begitu mudahnya membawa nama dan logo OJK padahala sama sekali tidak memiliki ijin,” tegas Sianipar. (graceywakary)





